Perkumpulan Sawit Watch: Menuju Keadilan Ekologis PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 10 June 2009 20:07
Ditulis Oleh Nurhanuddin AS, Sawit Watch    
Tumbuh kembang demikian semua mahluk yang ada di dunia, artinya tumbuh dari kecil menjadi besar ukurannya, berkembang dari sederhana struktur sistemnya menjadi lebih kompleks.

Tak jauh beda dengan mahluk yang ada di dunia, demikian suatu organisasi juga mengalami fase-fase pertumbuhan dan perkembangan, dari kecil menjadi besar organisasinya, dari sederhana tata kelola pengaturannya menjadi lebih kompleks tata kelola pengaturannya.
 
Tetapi ada yang beda dua hal di atas, mahluk mengalami fase tumbuh kembang secara alami, organisasi kalau berkeinginan menjadi organisasi yang besar, rapi, dan solid mau tidak mau, suka tidak suka harus melakukan pengaturan dan pengelolaan terhadap fase-fase dalam tumbuh kembangnya. Perkumpulan Sawit Watch (PSW) melakukan rapat anggota sebagai kekuasaan tertinggi berupa kongres tiap empat tahun sekali.

Tanggal 22 – 24 November 2008 ini bertempat di Hotel Paradise Plasa Sanur, Perkumpulan Sawit Watch mengadakan Kongres ke – 3 dengan tema “Wujudkan Posisi Tawar Masyarakat Adat, Petani, dan Buruh dalam Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia”.  Sebelum kongres dilakukan berbagai kegiatan diantaranya training fasilitasi, mediasi, dan negosiasi; dan workshop pararel dengan berbagai tema diantaranya perkebunan besar kelapa sawit, konflik, dan resolusi konflik; petani sawit dan keadilan ekonomi; perubahan iklim dan agrofuels; dan buruh, perempuan, anak, dan agrochemical. Kongres ini dihadiri oleh anggota-anggota Perkumpulan Sawit Watch sendiri dan beberapa peninjau.

Berbagai hasil yang dihasilkan dalam Kongres III PSW diantaranya pertama, disetujuinya visi dan misi baru. Visi tersebut adalah mewujudkan perubahan sosial bagi petani, buruh, dan masyarakat adat menuju keadilan ekologis. Bila dibandingkan dengan visi Perkumpulan Sawit Watch terdahulu terdapat perbedaan yang jelas, terutama visi baru lebih terlihat siapa yang harus dilayani oleh Perkumpulan Sawit Watch. Dalam visi Kongres ke II PSW adalah mewujudkan kedaulatan rakyat dalam pengelolaan sumberdaya alam melalui perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan serta penguasaan sumberdaya alam secara adil dan lestari. Beberapa pihak menilai bahwa visi ini terlalu panjang, terlalu umum (rentang jangkauannya terlalu luas), tidak jelas siapa yang dilayani (kata rakyat disini terlalu luas), dan kurang begitu menarik bagi beberapa pihak. Hampir semua visi-visi ornop kalau dilihat akan menggunakan kata-kata diantaranya rakyat, kedaulatan, sumberdaya alam, lestari, adil. Jelas visi baru, Perkumpulan Sawit Watch dimandatkan untuk melayani petani, buruh, dan masyarakat adat.  Keadaan yang diinginkan di perkebunan kelapa sawit adalah keadilan ekologis dimana keadilan ekologis lebih mencerminkan, adanya relasi orang dengan lingkungannnya (ekologi-nya).

Kedua, hasil sidang komisi program menghasil tiga isu strategis yakni wilayah dimana perkebunan kelapa sawit  sekala besar sudah hadir dengan tujuan strategis meningkatkan posisi tawar petani, masyarakat adat, buruh dalam perkebunan kelapa sawit yang telah ada melalui penyadaran, pendidikan dan advokasi yang lebih massif; wilayah dimana perkebunan sawit sekala besar belum ada (baca ‘mengancam’) dengan tujuan strategis Terhambatnya perluasan perkebunan skala besar di Indonesia; dan ekonomi alternatif dengan tujuan strategis adanya basis ekonomi alternatif rakyat.

Terakhir, berkenaan dengan pemilihan fungsionaris PSW 2008 – 2012 terpilih secara musyawarah Badan Pengawas PSW adalah Nurhidayati (Yaya), Rivani Noor, Andiko, Yohanes RJ, dan Gustavo George sedangkan Koordinator Badan Pengurus terpilih secara aklamasi yakni Abet Nego Panca Putra Tarigan. (Nas)
Last Updated on Monday, 14 June 2010 16:31
 

Home | RSS Feed Proudly Powered by Joomla Design by : Free Joomla 1.5 Template | Supported by : Modern Home Design | CSS | XHTML

Top