Sawit Watch : Tolak PHK Terhadap Ketua Serikat Buruh di  PT Sarana Prima Multi Niaga

Foto 6.3 (2)

[Bogor, 23 April 2020] Perselisihan antara perkebunan sawit PT. Sarana Prima Multi Niaga (SPMN) dengan serikat buruh kembali terjadi. Pasca perubahan mekanisme pengupahan atas mandor panen yang menyebabkan buruh melakukan mogok kerja, PT. SPMN memanggil Subit, ketua serikat Pekerja Sawit Indonesia (SEPASI). Pemanggilan tersebut terkait tindakan ketua Serikat yang dinilai perusahaan telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan intimidasi terhadap pimpinan perusahaan.

Dianto Arifin, Sekretaris SEPASI menyatakan pemanggilan terhadap ketua serikat adalah intimidasi terhadap serikat buruh. “Sebelumnya manajemen perusahaan mengeluarkan memo perubahan atas mekanisme pengupahan. Kami menolak perubahan mekanisme pengupahan. Kami menyurati perusahaan untuk pertemuan bipartit. Dalam pertemuan bipartit itu, perusahaan menyatakan akan memberlakukan mekanisme pengupahan baru mulai 1 April 2020. Selaku serikat buruh, jelas kami menolak kebijakan tersebut. Ketua serikat dalam pertemuan menggebrak meja karena manajemen perusahaan tidak mau menerima usulan dari perwakilan buruh yang hadir dalam pertemuan”, kata Dianto.

Zidane, Spesialis Perburuhan Sawit Watch menyatakan buruh memiliki hak dan kebebasan untuk menyampaikan pendapat dan bernegosiasi dengan perusahaan. “Serikat buruh memiliki hak untuk menyampaikan pendapat terkait dengan kebijakan yang diambil perusahaan. Menduga buruh melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan intimidasi saat menyampaikan pendapat menolak kebijakan perusahaan adalah pernyataan mengada-ada. Kami mengkhawatirkan pemanggilan tersebut sebagai tindakan intimidasi dan ancaman terhadap kebebasan berserikat dan menyampaikan pendapat. PT. SPMN sebagai anggota RSPO mestinya memahami bahwa prinsip RSPO terkait dengan kebebasan berserikat harus diimplemntasikan dengan baik di lapangan”, kata Zidane.

“Pada 17 April, ketua serikat menerima surat panggilan. Dalam suratnya, manajemen perusahaan menyatakan ketua serikat diduga melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan intimidasi terhadap pimpinan perusahaan. Kami menyatakan tuduhan tersebut sangat berlebihan. Manajemen perusahaan bahkan menyatakan bisa saja melakukan PHK terhadap ketua serikat. Kami menilai pemanggilan dan ancaman PHK terhadap ketua serikat adalah intimidasi terhadap kebebasan menyampaikan pendapat dan berorganisasi. Kami menolak segala tindakan dan ancaman PHK terhadap ketua serikat”, kata Dianto Arifin.

###

Kontak Person :

Inda Fatinaware : 081148677/inda@sawitwatch.or.id

Zidane (Spesialis Perburuhan Sawit Watch/Koordinator Koalisi Buruh Sawit) : 081370258547 / 085846529850 zidane@sawitwatch.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Anti-spam image