Usut Tuntas Kematian Jurnalis Sinar Pagi Baru di Tahanan Polres Kota Baru, Kalsel

Bogor, 14 Juni 2018, M. Yusuf, seorang wartawan Sinar Pagi Baru yang diketahui meninggal dunia pada 10 Juni 2018 lalu ketika berada di dalam tahanan Polres Kota Baru, Kalimantan Selatan. Almarhum M. Yusuf ditahan atas dugaan pelanggaran UU ITE atas laporan yang dilakukan oleh PT. Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM), sebuah perusahaan sawit yang beroperasi di Kecamaatan Pulau Laut, Kabupaten Kota Baru, Kalimantan Selatan.

Almarhum M. Yusuf, telah menghasilkan sejumlah tulisan yang dimuat di portal media online yang mengenai proses penggusuran dan penyerobotan lahan yang diduga dilakukan oleh PT. MSAM di Pulau Laut Tengah, Kalsel. PT. MSAM menilai tulisan tersebut sangat merugikan, berbau provokatif dan menyudutkan pihak perusahaan sehingga melaporkan ke kepolisian atas tulisan tersebut.

Inda Fatinaware, Direktur Eksekutif Sawit Watch menyatakan, bahwa hingga detik ini belum ada kejelasan penyebab kematian Almarhum M. Yusuf. Berdasarkan pemberitaan di media, Almarhum M. Yusuf sempat mengalami sesak nafas dan sakit di dada sehingga sempat dirawat di rumah sakit. Namun perlu dipastikan, apakah ada hubungan antara kematiannya dengan kasus yang sedang dialaminya? Atau hal ini karena semata-mata sakit yang dideritanya? tanya Inda. Untuk itu, kami menilai kronologi dan penyebab kematian Almarhum M. Yusuf harus disampaikan secara terang benderang dan benar-benar diusut sampai tuntas penyebabnya, tegas Inda.

Eep Saepulloh, Staf Departemen Pengelolaan Pengetahuan dan Sumberdaya Sawit Watch menambahkan, bahwa pengaduan mengenai praktek pengelolaan kebun yang diduga tidak baik yang dilakukan oleh PT. MSAM juga telah kami terima pada April lalu dari warga dua desa di Kec. Pulau Laut, Kab Kota Baru, Kalsel, terang Eep.

Warga dari dua desa yaitu desa Salino dan desa Mekarpura melaporkan terkait dugaan bahwa PT. MSAM telah merampas dan menggusur lahan pertanian milik warga.  Selain itu dalam proses penggusuran selalu ada oknum pihak kepolisian yang terlibat untuk mengamankan prosesnya. Tak hanya itu, beberapa warga sempat dipanggil oleh Polda Kalsel pasca melakukan demonstrasi menolak penggusuran, tambah Eep.

Kami menilai mestinya polisi sebagai aparat negara bertindak adil dan imparsial, terlebih dalam proses penggusuran lahan. Selain itu kepolisian juga harusnya melakukan pengusutan terlebih dahulu, atas apa yang menjadi penyebab warga melakukan demonstrasi. Bukan dengan membungkam mereka dengan pasal-pasal karet seperti pencemaran nama baik dan sebagainya” ujar Eep.

Eep menambahkan, kami bersama dengan mitra lokal yaitu Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Setya Negara telah melakukan pengaduan kepada Direktorat Jendral Pengakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).  Adapun perihal yang kami laporkan adalah berkenaan dengan izin lokasi dari PT. MSAM yang masuk (tumpang tindih) dalam kawasan IUPHHK-HA konsesi BUMN INHUTANI II. Hasilnya bahwa telah dilakukan verifikasi lapangan oleh Tim KLHK dan prosesnya masih terus berlanjut hingga saat ini, terang Eep.

Oleh karena itu, dengan ini kami Sawit Watch dengan tegas meminta kepada beberapa pihak dibawah ini untuk dapat :

  1. Mendesak Pihak Kepolisian dengan segera mengusut tuntas serta transparan penyebab kematian Almarhum M. Yusuf.
  2. Mendesak PT. MSAM untuk menghentikan praktek-praktek intimidasi dan ancaman kriminalisasi kepada masyarakat warga desa Salino dan Desa Mekarpura, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan
  3. Mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk segera menertibkan operasi PT. MSAM yang melakukan kegiatan di atas kawasan IUPHHK-HA konsesi BUMN INHUTANI II.
  4. Mengecam keras keterlibatan oknum kepolisian yang memihak perusahaan serta mendesak Mabes POLRI dan Komisi Kepolisian Nasional untuk segera mengusut keterlibatan oknum kepolisian dalam kasus perampasan lahan dan kematian M. Yusuf.
  5. Mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk melakukan pengecekan dan pemantauan lapangan untuk kasus kematian M. Yusuf.

###

Nara Hubung :

Inda Fatinaware : 081148677/inda@sawitwatch.or.id

Eep Saepulloh : 08129501733/saipul@sawitwatch.or.id

Maryo Saputra : 085228066649/maryo@sawitwatch.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *