0b1337ee-0741-4712-849f-0e942662f403

Bogor 13 FebruarI 2018, Sejumlah Buruh PT. Sarana Prima Muti Niaga (SPMN) melakukan aksi mogok kerja kemarin hari. Diketahui sebanyak 700 karyawan yang terdiri dari karyawan panen dan perawatan ikut berpartisipasi dalam aksi mogok tersebut. Aksi ini merupakan bentuk penolakan buruh terhadap sistem pengupahan yang diterapkan PT. SPMN. Menurut buruh, sistem pengupahan yang ditetapkan perusahaan menyebabkan upah yang diterima dibawah Upah Minimum Kabupaten  (UMK).

Buruh menyatakan upah yang diterima berkisar Rp 1.500.000. “Bahkan ada buruh pemanen yang hanya menerima Rp 700.000-800.000 saja”, kata seorang buruh yang ikut dalam aksi tersebut. PT SPMN mengimplementasikan kebijakan Top Up untuk menambahi kekurangan upah buruh. Namun menurut buruh, mekanisme Top Up yang dilakukan perusahaan tidak menjamin upah yang diterima buruh sesuai dengan UMK.

Inda Fatinaware, Direktur Eksekutif Sawit Watch mengatakan bahwa aksi mogok kerja yang dilakukan buruh PT SPMN merupakan bukti yang menunjukkan bahwa kondisi buruh perkebunan sawit masih jauh dari hidup layak. “Target kerja yang tidak manusiawi disertai denda pengurangan upah merupakan kondisi umum di perkebunan sawit di Indonesia. Pemerintah seharusnya melakukan langkah-langkah untuk melindungi dan menjamin pemenuhan hak-hak buruh perkebunan sawit di Indonesia, salah satunya dengan regulasi perlindungan buruh perkebunan sawit”, kata Inda Fatinaware.

Zidane, Staf Spesialis Buruh Sawit Watch berpendapat bahwa sistem pengupahan berbasis pencapaian target borong yang diterapkan PT SPMN sangat merugikan buruh.  “Pengupahan berbasis target borong seperti di PT SPMN juga dipraktekkan di perkebunan sawit di Indonesia. Bila hasil kerja buruh tak memenuhi target borong, maka jelas upah yang diterima pasti dibawah ketentuan normatif”, kata Zidane.

Buruh menuntut perusahaan PT. SPMN untuk melakukan :

  1. Meminta kepada perusahaan untuk pengupahan menggunakan HK (harian kerja) kepada karyawan yg sudah bekerja 7 jam kerja dalam 1 hari.
  2. Meminta kepada perusahaan untuk memberikan kesejahteraan karyawan tetap berbentuk tunjangan beras,bonus tahunan dan penyetaraan insentif
  3. Meminta kepada perusahaan untuk uang peruning di naikan Rp.2000;/pokok dan di munculkan di slip gaji untuk pembayaran nya.
  4. Meminta kepada perusahaan untuk memberikan cuti panjang 1 bulan apabila buruh sudah bekerja 6 tahun berjalan(UU no 13/2003 pasal 29 poin d).
  5. Meminta kepada perusahaan untuk uang pengunduran diri di tetapkan sesuai dengan perhitungan uang penghargaan masa kerja sesuai Uu no 13/2003 pasal 156 ayat 3.
  6. Meminta kepada perusahaan untuk membagikan kartu peserta BPJS ketenaga kerjaan bagi seluruh buruh.
  7. Meminta kepada pihak perusahaan untuk tidak memberlakukan system piece rate /borongan tetapi mengunakan HK (harian kerja) etelah bekerja 7 jam kerja sehari, sesuai UU no 13 /2003 pasal 77.
  8. Meminta kepada pihak perusahaan untuk menghargai brondolan Rp.500;/kilogram.
  9. Meminta kepada perusahaan untuk menaikan harga tonase buah pertahun tanamnya.
  10. Meminta kepada perusahaan untuk mempercepat penanganan kecelakaan kerja beserta santunan nya.

###

Kontak person :

Zidane : zidane@sawitwatch.or.id/0858-4652-9850

Inda : inda@sawitwatch.or.id/0811-448-677

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *