Orasi Inda

Orasi Politik SAWIT WATCH disampaikan pada KONFERENSI NASIONAL LINGKUNGAN HIDUP dalam rangkaian TEMU RAKYAT PENGELOLA SUMBER DAYA ALAM DAN PEJUANG LINGKUNGAN.

 

Salam adil dan lestari
Hidup pemuda
Hidup perempuan
Hidup petani
Hidup nelayan
Hidup masyarakat adat

Selamat sore, salam sejahtera, om swastiastu. Assalamualaikum wr wb.

72 tahun proklamasi kemedekaan Indonesia. Baru mengantarkan rakyat indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan.
Rakyat Indonesia belum sesungguhnya merasakan kemerdekaan yang adil dan sentosa sebagaimana cita2 bangsa ini yang tertuang dalam konstitusi UUD45.

Rakyat Indonesia, khususnya masy perdesaan masih dihadapkan pada konflik tenurial dan konflik pengusaan sumberdaya alam.

Sawit Watch mencatat Ada 776 konflik agraria di perkebunan sawit antara komunitas dg perusahaan.

Sawit Watch juga mendata luas perkebunan sawit hingga tahun 2017 adalah 16,189jt ha: dimana 35% adalah kebun rakyat, 65%kebun besar yang dikuasai oleh korporasi.

Dalam luasan tersebut terdapat 10jt buruh yang bekerja tidak terlindungi, buruh diperlakukan layaknya dengan sistem perbudakan, oleh karena sistem perkebunan kelapa sawit masih mewarisi sistem kolonial Belanda. Sebuah paradok menjadi budak di tanah yang subur dan sumberdaya alam yang berlimpah.

Pada luas 16,189jt ha perkebunan kelapa sawit juga telah merubah fungsi kawasan hutan, menggusur rakyat dari hak dan wilayah kelolanya, menggusur lahan pertanian dan lahan pangan bangsa Ini. Sementara impor bahan pangan pokok terus berlangsung. Lagi2 paradoks memang.

Untuk itu kaum tani, kaum nelayan, kaum buruh, kaum perempuan, pemuda, mari bersatu memperkuat gerakan untuk memulihkan Indonesia. Momentum reforma agraria adalah salah satu jalan.

Dalam skema Perhutanan Sosial dan Tanah Objek RA , pemerintah membuka ruang bagi rakyat untuk kembali mendapatkan hak dan wilayah kelolanya, dan akan lebih signifikan jika dilengkapi dengan moratorium.

Untuk itu, mari mendesak presiden Jokowidodo untuk segera menerbitkan inpres moratorium sawit. Desakan ini Kami titipkan pada Kang Teten Madzuki, Abetnego Tarigan, Riza Damanik, dan Chalid Mohammad. Agar rakyat Indonesia masuk dalam kemerdekaan yang sesungguhnya. Hidup Sentosa dan Berkeadilan sosial.

Hidup pemuda
Hidup perempuan
Hidup petani
Hidup nelayan
Hidup masyarakat adat

Om santi santi om
Assalamualaikum wrwb.

Inda Fatinaware
Direktur Eksekutif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *