sketsa pulau geronggang

Kabupaten OKI, Bulan April lalu Sawit Watch bekerjasama dengan Serikat Hijau Indonesia (SHI) melakukan studi tenurial sumberdaya ekosistem gambut di 6 desa di kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Perigi, Toman, Tulung Seluang, Cinta Jaya, Menang Raya dan Pulau Geronggang. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka perlindungan dan pengelolaan wilayah ekosistem gambut di wilayah yang tahun 2015 lalu mengalami kebakaran hebat dan sebagian besar titik api berada di kawasan hidrologis gambut.

Dari hasil studi tersebut, kami mendapatkan sejumlah informasi yang kami peroleh dari masyarakat, mengenai sejarah atau profil desa berikut dengan peta sketsa sumber daya alam di wilayah ekosistem gambut yang menjadi wilayah kelola masyarakat lokal. Dalam tulisan ini kami akan menyajikan informasi mengenai Desa Pulau Geronggang di Kabupaten OKI Sumatera Selatan.

Profil desa

Pada tahun 1910 datanglah ombot tanggo menyan (sekelompok orang yang berasal dari Pedamaran), kemudian berdirilah dusun baru  yaitu Talang Batin pada tahun 1915. Pada tahun 1920 mereka menetap di Pulau Geronggang. Dibawah pimpinan Pengawo (……………………….) Idris Bin Najib diberi nama Dusun Pulau Geronggang Marga Danau, dinamakan Pulau Geronggang karena pada saat itu ada kayu geronggang yang melingkari Talang Tepulau. Dan pada tahun yang sama (1920) Pengawo Idris Bin Najib yang merupakan pendiri Dusun Pulau Geronggang dari Pedamaran diangkat menjadi Kerio (……………….) Dusun Pulau Geronggang Marga Danau yang menjabat sampai tahun 1946. Kemudian pada tahun 1946 Kerio Dusun Pulau Geronggang digantikan oleh  Abdul Hamid Bin Idris sampai dengan tahun 1954. Selanjutnya pada tahun 1954 s.d 1970 pimpinan Dusun Pulau Geronggang dilanjutkan oleh Kerio Hasannudin Bin Abdullah. Dari tahun 1970 s.d 1975 jabatan Kerio dilanjutkan oleh Kerio Zainal Abidin Bin Abdul Hamid. Kemudian Kerio Hardin Bin Marsub menjabat selama satu tahun yaitu pada tahu 1975 s.d 1976. Tahu 1976 s.d 1984 dijabat kembali oleh Kerio  Zainal Abidin Bin Abdul Hamid. Tahun 1984 jabatan kerio diganti menjadi Kepala Desa yang tetap dipimpin oleh Zainal Abidin Bin Abdul Hamid sampai tahun 2000. Tahun 2000 s.d 2002 PLT Kades dijabat oleh Camat Pedamaran, kemudian di PLH kan kepada Kepala Dusun I Pulau Geronggang yang bernama Napsori Abdullah. Tahun 2002 s.d 2007 dipimpin oleh Kepala Desa yang bernama Edy Iskandar Bin H. Zainal Abidin. Kemudian Tahun 2008 s.d sekarang Desa Pulau Geronggang di pimpin oleh Kepala Desa yang bernama Syamsul Bahri Bin Matusin.

Aturan lokal yang sampai sekarang masih diberlakukan

  1. Pada Zaman Kerio, setiap akhir tahun diadakan perkumpulan sedekah dusun gunanya untuk keselamatan dusun, berunding atau bermusyawarah untuk menentukan lokasi beumoh (bertanam padi), sedekah sungai untuk keselamatan ngesar (menangkap ikan), untuk menentapkan atau menerapkan aturan-aturan dusun (seperti: aturan bujang gadis, aturan bercocok tanam, aturan beternak, dan aturan adat). Sangsi-sangsi yang berlaku dalam aturan bujang gadis yaitu ketika sibujang memegang tangan si gadis akan dikenakan denda oleh adat dusun berupa uang atau tutup malu, ketika sibujang memegang si gadis dari siku ke bahu akan dikenakan denda lebih berat dari memegang tangan apabila sigadis tidak senang, ketika sibujang melakukan tindakan asusila kepada si gadis dan si gadis melaporkan kepada kerio tentang perbuatan sibujang maka kerio memanggil sibujang tersebut untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan kerio beserta ketua adat bermusyawarah  menentukan hukuman berdasarkan aturan yang ada.
  2. Aturan menangkap ikan, yaitu tidak boleh menangkap ikan menggunakan tubo (racun), tidak boleh menyetrum.
  3. Aturan beumoh, yaitu bakar menyan oleh ketuo atar (kelompok beumoh), sedekah tujuh lengasak (………………..) oleh ketua atar, sedekah merumput umoh, sedekah bungo padi (……………………), sedekah ngetam (panen).

Aturan beternak yang ditetapkan, yaitu apabila ternak memasuki ladang atau umoh pada malam hari akan dikenakan denda ganti rugi oleh sipemilik ternak, apabila ternak memasuki ladang atau umoh pada siang hari tidak dikenakan denda.

###

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *