sketsa menang raya

Kabupaten OKI, Bulan April lalu Sawit Watch bekerjasama dengan Serikat Hijau Indonesia (SHI) melakukan studi tenurial sumberdaya ekosistem gambut di 6 desa di kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Perigi, Toman, Tulung Seluang, Cinta Jaya, Menang Raya dan Pulau Geronggang. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka perlindungan dan pengelolaan wilayah ekosistem gambut di wilayah yang tahun 2015 lalu mengalami kebakaran hebat dan sebagian besar titik api berada di kawasan hidrologis gambut.

Dari hasil studi tersebut, kami mendapatkan sejumlah informasi yang kami peroleh dari masyarakat, mengenai sejarah atau profil desa berikut dengan peta sketsa sumber daya alam di wilayah ekosistem gambut yang menjadi wilayah kelola masyarakat lokal. Dalam tulisan ini kami akan menyajikan informasi mengenai Desa Menang Raya di Kabupaten OKI Sumatera Selatan.

Profil desa

Pedamaran merupakan sebuah kecamatan di wilayah Kab. OKI Sumsel. Pedamaran memiliki wilayah yang perairannya langsung menuju ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Musi. Wilayah administrasi Pedamaran saat ini terdiri dari sejumlah desa, seperti Pedamaran 1/6, Desa Serinanti, Desa Suka damai, Desa Cinta Jaya, Desa Bernai Timur, Desa Lebuh Rarak, Desa Sukapuli, dan Menang Raya.

Wilayah Pedamaran didiami oleh suku asli setempat yang julajnya cukup mendominasi yaitu Suku Panesak. Namun hingga saat ini belum diketahui dengan pasti kapan dan oleh siapa Kecamatan Pedamaran ini dirintis untuk pertama kali. Sehingaa rasanya perlu dilakukan kajian ilmiah yang lebih mendetail dan rinci untuk mengungkap dan melacak asal silsilah wilayah pedamaran.

Di wilayah pedamaran dapat dijumpai sejumlah kesenian daerah diantaranya : Incang – incangan: seperti pantun khas pedamaran, dan tanjidur: sekelompok orang yang memainkan alat musik. Selain itu di Pedamaran terdapat pula sejumlah tempat yang biasa dijadikan lokasi wisata seperti telok rasau, lebak air hitam, sungai babatan, dan wisata rohani ziarah ke puyang sekampung.

Salah satu desa di Pedamaran adalah Desa Menang Raya. Desa ini pertama kali didirikan pada tahun 2002, pada saat itu terjadi pemekaran dari wilayah desa Pedamaran VI. Oleh pemerintahan Pedamaran VI pada saat itu sampai terjadinya pemekaran tahun 2002 di fasilitasi oleh pihak kecamatan, maka tercipta lah Desa Menang Raya, karena desa Pedamaran VI termasuk desa yang luas. Pada awalnya Menang Raya termasuk dalam wilayah dusun IV di desa Pedamaran VI. Pedamaran VI sebelum di pimpin kepala desa termasuk dalam wilayah daerah yang di pimpin oleh PESIRA atau wilayah kecamatan, dan Pedamaran VI di pimpin oleh KERIO dan dusun yang ad di Pedamaran VI di pimpin oleh PENGAWO, setelah sistim PESIRA di tiadakan Pedamaran VI pun di pimpin oleh Kepala Desa.

Masyarakat Pedamaran, khususnya Pedamaran VI termasuk dalam suku MARGA DANAU. Adat istiadat MARGA DANAU dalam hal pernikahan, pihak laki- laki setelah menikah tinggal di rumah perempuan (istri), selain itu anak tertua Perempuan tinggal bersama orang tuanya (jalan diam), anak perempuan sangat berarti dalam keluarga.

Setelah desa Menang Raya didirikan pada tahun 2002, desa ini menjadi ibu kota kecamatan Pedamaran. Hal ini dikarenakan terdapat sejumlah fasilitas utama Kecamatan Pedamaran yang letaknya di desa Menang Raya seperti, kantor camat, kantor KUA, dan POLSEK. Sejak awal berdirinya desa Menang Raya terdiri dari 3 dusun, seiring adanya keputusan dari pihak camat mengenai wilayah desa, desa sukapulih wilayah Damar Sari yang letaknya lebih dengan wilayah Menang Raya maka dusun Damar Sari termasuk wilayah dusun IV desa Menang Raya. Jarak desa Menang Raya dengan ibu kota kabupaten OKI 15 KM, sedangkan jarak desa Menang Raya dengan ibu kota provinsi ( Palembang ) berjarak 85 KM. Sebagaian besar masyarakat desa Menang Raya bermata pencarian sebagai petani baik di dalam desa Menang Raya maupun di wilayah luar desa. Sekarang ini dusun IV Damar Sari masih menjadi wilayah pertanian yang produktif dengan luasan mencapai 200 Ha.

Desa Menang Raya memiliki wilayah perkebunan seluas 680 Ha, terdiri atas perkebunan karet dan perkebunan sawit. Perkebunan ini sebagian besar dimiliki per orangan yang hasilnya langsung dikirim ke perusahaan kelapa sawit, untuk hasil perkebunan karet pihak perusahaan langsung membeli karet. Sektor peternakan juga dapat dijumpai di desa Menang Raya. Masyarakat desa beternak hewan seperti sapi dan kerbau. Ternak kerbau dan sapi milik warga masih banyak yang berkeliaran bebas di wilayah desa, oleh sebab itu melalui PERDES akan di tertibkan supaya tidak lagi berkeliaran.

Desa Menang Raya terdapat beberapa pengrajin Anyam Tikar yang masih di kelola secara perorangan dan distribusi nya masih terbatas dan ini dibutuhkan wadah untuk melindungi para pengerajin agar pengerajin mendapatkan hasil yang maksimal demi tercipta nya kemakmuran di desa Menang Raya.

###

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *