IMG_1480

Tanjung Redeb, Pada Rabu 25 Mei proses pembuatan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk Kab. Berau masih terus berlanjut, dan kini telah sampai pada tahap pengkajian. Kegiatan pengkajian KLHS ini dilaksanakan pada 25 Mei 2016 lalu, bertempat di kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kab. Berau.

KLHS merupakan serangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan keberlanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan rencana, dan/atau program.

Secara mendasar fungsi dari KLHS itu sendiri antara lain agar dapat memberi kontribusi terhadap proses pengambilan keputusan agar keputusan yang diambil berorientasi pada keberlanjutan dan lingkungan hidup, memperkuat dan memfasilitasi AMDAL serta mendorong pendekatan atau cara baru dalam pengambilan keputusan.

Kegiatan dimulai dengan kata sambutan dari Kepala Bapedda dan Kepala BLH Kab. Berau. Beliau-beliau menyampaikan bahwa “KLHS menjadi suatu keharusan yang penting karena ada dalam mandat UU dan diharapkan KLHS ini dapat menjadi patokan jadi pilot pembuatan KLHS yang baik di skala nasional maupun international besar”. Selain itu disampaikan pula bahwa sangat diharapakan dari dokumen KLHS yang telah jadi nanti, agar dapat menjadi pedoman/rujukan dalam program jangka panjang maupun pendek setiap SKPD di Kab. Berau.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kab. Berau yang terdiri dari sejumlah instansi terkait. Kehadiran mereka adalah untuk mendapatkan input mengenai program-program apa saja yang sedang dan akan berjalan dalam beberapa tahun ke depan. Dalam penyusunan KLHS, pemerintah Berau juga melibatkan beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam tim dan menampung aspirasi berbagai pemangku kepentingan dan Sawit Watch menjadi bagian di dalamnya. Peran Sawit Watch dalam penyusunan KLHS adalah untuk memberikan masukan dan rekomendasi mengenai pengelolaan perkebunan sawit yang berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan hidup dan sosial.

 

###

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *