IMG_1371

Pulang Pisau– Pada Jum’at 13 Mei 2016 bertempat di Aula Setda Kabupaten Pulang Pisau telah diadakan Ekspose Rancangan Peraturan Daerah Perlindungan Lahan Pertanian Kabupaten Pulang Pisau. Acara ini dihadiri dan dibuka oleh Bupati Pulang Pisau H. Edy Pratowo, S.Sos., MM yang juga turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Pulang Pisau Ir. Afiadin Husni, MA dan Ahmad Surambo dari Sawit Watch Bogor. Dalam kesempatan ini turut pula hadir jajaran SKPD Kabupaten Pulang Pisau terkait serta tim koalisi NGO Kalimantan Tengah.

Kebijakan terkait dengan isu pangan ini yang ditanggapi dengan komitmen baik dari pemerintah daerah seperti dari sambutan Bapak Bupati Pulang Pisau H. Edy Pratowo, S.Sos., MM. “Lahan pertanian pangan dimana Pulang Pisau sebagai lumbung padi dan daerah penyangga yang harus dipertahankan di masa yang akan datang.”  ucap Bupati Pulang Pisau dalam bagian sambutan dan turut membuka acara tersebut.

Tidak hanya Bupati Pulang Pisau, Sekertaris Daerah Kabupaten Pulang Pisau memiliki harapan besar untuk ranperda PLP2B ini. “Mudah-mudahan kita bisa mengamankan dan menjaga lahan pertanian pangan untuk menjadi eksis ke depannya sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian pangan untuk dimanfaatkan…, Semoga ini tidak menjadi peraturan di atas kertas namun juga dapat dilaksanakan untuk kesejahteraan masyarakat” ucap Sekertaris Daerah Kabupaten Pulang Pisau

Harapan ini juga turut disampaikan oleh perwakilan dari Sawit Watch Ahmad Surambo tentang pentingnya dan uniknya pertanian di Pulang Pisau ini yang harus dijaga dan dipertahankan sesuai dengan kearifan lokal, “Melalui peraturan ini mencoba untuk melindungi dan menjaga modal pertanian khas daerah ini yaitu pertanian berbasis lahan gambut yang mungkin ada di Sumatera namun tidak ada di Jawa dan tidak bisa ditemukan di tempat lain, melalui peraturan ini melakukan perlindungan sehingga tidak hanya menjadi cerita yang diceritakan kepada anak cucu kita” ucap Ahmad Surambo. Sebagai penutup sambutan, Ahmad Surambo juga menuturkan harapannya ke depan agar Pulang Pisau dikenal sebagai Lumbung Pangan dan bukan lagi sebagai penghasil asap

Setelah rangkaian sambutan sebagai pembuka acara disampaikan, acara pun dilanjutkan dengan pemaparan hasilperkembangan dan hasil kegiatan pemetaan lahan pertanian pangan di Kabupaten Pulang Pisau yang telah dilakukan di 8 Kecamatan di Pulang Pisau oleh tim pemetaan lapangan yang terdiri dari Tim Koalisi NGO Kalimantan Tengah bekerjasama dengan para penyuluh pertanian dari BP3K (Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) di tiap kecamatan. Kegiatan Pemetaan Lahan Pertanian Pangan ini dilakukan pada awal Maret hingga awal Mei 2016. Hasil dari Pemetaan Lahan Pertanian Pangan tersebut dipaparkan oleh perwakilan dari Simpul Layanan Pemetaan Partisipatif Kalimantan Tengah, Dimas H. Novianto.

Latar Belakang PLP2B di Pulang Pisau

Acara Ekspose Rancangan Peraturan Daerah ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan mendorong Kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutansesuai seperti yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Pulang Pisau dan Tim Koalisi NGO Kalimantan Tengah, Sawit Watch, dan Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Dialektika kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kabupaten Pulang Pisau sendiri berlangsung sejak 2014 dengan serangkaian kegiatan maupun pertemuan dengan pemerintah daerah Kabupaten terkait dengan kebijakan PLP2B di Kabupaten Pulang Pisau.

Selain itu telah dilakukan fokus group diskusi yang dilakukan multipihak terkait dengan kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan tersebut.Salah satu hasil dari diskusi tersebut adalah rencana pembentukan tim penyusunan dokumen PLP2B antara pemerintah daerah Kabupaten Pulang Pisau beserta dengan Tim Koalisi NGO Kalimantan Tengah bersama organisasi non pemerintah lainnya melakukan kajian terkait dengan pentingnya perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.  Hasilnya dijadikan salah satu acuan dalam perumusan draft awal naskah akademik Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Pulang Pisau yang telah diselesaikan pada pertengahan tahun 2015. Akhirnya Ranperda PLP2B ini pun telah memasuki list dalam pembahasan program legislasi Kabupaten Pulang Pisau tahun 2016.

 

###

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *