Kriminalisasi Yang Dilakukan Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit Terbukti di Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

Untuk Disiarkan Segera

Sawit Watch, 06/04, Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah memutus bebas Gusti Gelombang dari segala tuntutan yang dilayangkan jaksa penuntut umum dalam sidang perkara Nomor: 1Pid.B/2016/PN Pbu yang berlangsung tanggal 4 April 2016. Dalam putusannya hakim memutuskan bahwa semua tuduhan yang disampaikan kepada saudara Gusti Gelombang dalam dakwannya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan dan menyatakan Gusti Gelombang bebas dari segala tuduhan. Putusan ini membuktikan bahwa upaya kriminalisasi yang dilakukan oleh PT Bumitama Gunajaya Abadi terhadap Gusti Gelombang yang memperjuangkan haknya terbukti dilakukan dengan sengaja agar Gusti tidak lagi bersuara nyaring kepada perusahaan.
Seperti diketahui, Gusti Gelombang adalah ketua Koperasi Kompak Maju Bersama yang bermitra dengan PT Bumitama Guna Jaya Abadi. Sejak terpilih menjadi ketua koperasi, Gusti banyak menemukan indikasi yang merugikan petani dan masyarakat yang dilakukan oleh perusahaan. Salah satu contohnya adalah total kredit untuk kebun plasma petani sebesar 60an Miliar Rupiah dan tidak ada kejelasan bagi petani terkait lokasi kebun. Lebih lanjut, sejumlah sertifikat milik masyarakat sebelumnya juga ditahan oleh perusahaan dengan alasan sebagai dasar untuk membangun kebun plasma masyarakat, sedangkan sampai sekarang kebun plasma tidak kunjung dibangun. Dalam kasus ini, PT Bumitama Gunajaya Abadi melaporkan Gusti Gelombang dengan tuduhan penggelapan terhadap uang insentif kepada Ewan sebesar delapan juta rupiah.
Dalam pernyataannya, Gusti menyampaikan bahwa putusan hakim ini menunjukkan telah terjadi proses kriminalisasi oleh perusahaan karena mereka merasa terganggu bisnisnya. Saya akan terus berjuang untuk menuntut keadilan bagi masyarakat saya dan saya siap menghadapi semua resiko yang akan saya hadapi sekalipun itu nyawa menjadi taruhan, demikian kata Gusti yang juga merupakan penerus tahta Kerajaan Kotawaringin Lama.

Jefri Gideon Saragih, Direktur Eksekutif Sawit Watch menyampaikan bahwa putusan bebas terhadap Gusti Gelombang ini merupakan bentuk nyata dari proses kriminaliasi di industri yang dibanggakan pemerintah ini. Gusti Gelombang baru salah satu dari sekian banyak masyarakat yang dikriminalisasi oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia dan hal ini terus didiamkan oleh pemerintah. Pemerintah lebih mengedepankan pendapatan bagi negara tanpa melihat fakta yang terjadi di perkebunan kelapa sawit saat ini dan hanya menuduh NGO atau LSM sudah melakukan kampanye hitam terhadap industri ini untuk menghambat pengembangannya dalam negeri

Sawit Watch akan terus mengawal kasus ini, karena ada rencana dari jaksa penuntut umum untuk melakukan proses hukum lanjutan di Mahkamah Agung. Segala bentuk kriminalisasi dan ketidak adilan bagi petani dan masyarakat yang terjadi di perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu concern kami dan kami tidak akan tinggal diam melihat semua keburukan dan kesemrawutan yang terjadi di industri ini.

Hal ini juga harus menjadi perhatian khusus bagi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) karena Group perusahaan ini, Bumitama Gunajaya Agri bersama dengan PT Bumitama Gunajaya Abadi sebagai anak perusahaannya telah dilaporkan kepada RSPO melalui mekanisme keluhan RSPO dalam dugaan proses intimidasi dan kriminalisasi, perampasan tanah dan pelanggaran terhadap mekanisme Free Prior and Informed Consent (FPIC), pelanggaran terhadap hak-hak buruh, serta perusakan wilayah bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value-HCV). Ini adalah laporan kedua setelah sebelumnya Sawit Watch juga telah melaporkan bahwa salah satu anak perusahaan BGA, PT Hati Prima Agro melakukan pembukaan kawasan hutan secara illegal dan telah terbukti secara hukum, dimana pada akhirnya BGA menjual perusahaan ini.
Oleh karena itu, Sawit Watch menuntut kepada pemerintah kabupaten dan BPN Kota Waringin Barat, Direktur Jenderal Perkebunan dan BPN Pusat untuk segera mencabut ijin usaha perkebunan dan HGU PT BGA sesegera mungkin. Karena kasus ini merupakan salah satu dari sekian banyak preseden buruk yang dilakukan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

###

Unduh file : Siaran Pers Kasus Kriminalisasi Gusti gelombang

Kontak Person : 1. Jefri Gideon Saragih (Direktur Eksekutif)

                                   2. Agustinus Carlo Lumban Raja (Kepala Departemen Lingkungan)

                                   3. Maryo Saputra Sanuddin (Staf Departemen Lingkungan 

Telp/HP/Fax  :  081320062233/081385991983/085228066649

e-mail : jefri@sawitwatch.or.id/carlo@sawitwatch.or.id/maryo@sawitwatch.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *