Jakarta- Pemerintahan Jokowi-JK perlu lebih jeli dan cermat dalam menterjemahkan konsep Kedaulatan Pangannya.  Tanaman hasil rekayasa genetik, yang dikenal juga sebagai tanaman transgenik, tidak akan mewujudkan Kedaulatan Pangan.  Dan tidak akan pernah mensejahterakan petani kecil di Indonesia. Demikian ditekankan oleh Aliansi untuk Desa Sejahtera, menanggapi rencana pelepasan jagung transgenik RR NK603 oleh Kementrian Pertanian RI (18/12/2015).

“Kami percaya, bahwa presiden akan memenuhi janjinya mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan produsen pangan skala kecil di negeri ini.  Namun ketidakpahaman dan kelemahan Kementrian Pertanian menyebabkan kegagalan dalam menterjemahkannya. Bahkan melenceng jauh dari prinsip Kedaulatan Pangan .“ tegas Tejo Wahyu Jatmiko, Koordinator Aliansi untuk Desa Sejahtera  terkait rencana Kementrian untuk melepaskan jagung transgenik RR NK603 yang tahan herbisida milik Monsanto.

Tejo mengingatkan, bahwa tanaman transgenik hanya akan menciptakan ketergantungan baru bagi petani, dan hanya membawa keuntungan bagi perusahaan pemillik benih.  “Setelah sekitar 20 tahun komersialisasi tanaman transgenik di seluruh dunia, banyak janji-janji perusahaan yang tidak terbukti, yang pasti adalah peningkatan penggunaan benih dan bahan kimia beracun yang juga diproduksi oleh perusahaan yang sama.” Tambahnya lagi.

Kedaulatan Pangan seperti yang dijanjikan dalam Nawacita, adalah memberikan dukungan  kepada kesejahteraan petaninya.”Kami berharap program  1.000 desa daulat benih, dan 1000 desa organik  yang menjadi prioritas dalam membangun KedaulatanPangan di negeri ini, bukan menggunakan  benih-benih yang dihasilkan oleh perusahaan multinasional, atau pun program-program yang fokus pada produktivitas tetapi mengabaikan petaninya . jelas Achmad Surambo, dari Pokja Sawit, yang juga Deputy Director Sawit Watch.

Terjemahan Nawacita khususnya terkait Kedaulatan Pangan dalam Rencana Strategis  Kementrian  Pertanian adalah mencukupi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri, mengatur kebijakan pangan secara mandiri, dan yang terakhir melindungi dan mensejahterakan petani, nelayan, pekebun kecil penghasil pangan . Sayangnya, langkah yang diambil lebih fokus untuk  menggenjot produksi yang justru membuat posisi petani semakin rentan.

“Sebagian petani Indonesia memiliki kemampuan untuk menghasilkan benih, pupuk  yang sesuai dengan kondisi yang dihadapi, sayangnya upaya ini belum mendapatkan dukungan yang cukup.   Tidak ada perlindungan yang cukup untuk berproduksi dan mendapatkan harga panen yang baik, pendanaan untuk benih dan pupuk diberikan  oleh swasta, seperti benih NK603 milik Monsanto ini.” Papar Tejo lagi.

“Rencana pelepasan benih jagung transgenik NK603 atau yang lainnya  harus dihentikan.  Jika tidak kedaulatan pangan hanya menjadi omong kosong semata.” Tambah Tejo lagi.  Tejo mengingatkan, bahwa pada 2001-2003, kapas transgenik juga pernah dikomersialisasikan  di Sulawesi Selatan, dengan janji-janji muluk, tetapi kemudian berakhir dengan kegagalan, petani merugi, perusahaan lari dari tanggung jawab. Bahkan  upaya suap pun terbukti dilakukan. Dan ini dilakukan oleh perusahaan yang sama.

“Indonesia memerlukan tindakan berani dalam mewujudkan kedaulatan pangan.  Caranya dengan memberikan kepercayaan dan dukungan penuh kepada petani-petani skala kecil kita.  Terbukti di seluruh dunia, petani-petani yang menerapkan sistem bertanam dengan selaras alam lah yang mampu menghasilkan pangan untuk masyarakat sekitarnya, bukan perusahaan multinasional penghasil benih, pupuk dan pestisida kima. ADS mendesak Presiden Jokowi memimpin langsung program kedaulatan pangan yang menjadi andalannya.

 

Informasi lebih lanjut:

Tejo Wahyu Jatmiko, Koordinator Nasional Aliansi untuk Desa Sejahtera (0816-1856754)

Achmad Surambo, Koordinator Pokja Sawit ADS /Sawit Watch (08128748726)

 

Catatan untuk Redaksi:

  • Rekayasa genetika adalah salah satu teknik bioteknologi modern yang dilakukan dengan cara pemindahan gen (transgenic) dari satu mahluk hidup ke mahluk hidup lainnya untuk menghasilkan tanaman atau hewan yang memiliki sifat-sifat tertentu.
  • Saat ini ada sejumlah tanaman transgenik yang sedang mengantri untuk mendapatkan ijin pelepasan di Indonesia, diantaranya Jagung RR NK603; Jagung Event MON 89034(Tahan serangan hama Lepidoptera); Kedelai Event GTS 40-3-2
    (Tahan herbisida glifosat) milik Monsanto.
  • Aliansi untuk Desa Sejahtera merupakan aliansi dari ornop dan jaringan yang mengupayakan penghidupan pedesaan yang berkelanjutandengan pendekatan pada 3 komoditas : (1) beras/pangan, ketua pokja Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP); (2) sawit, ketua Pokja Sawit Watch dan (3) ikan, ketua Pokja Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA). Aliansi untuk Desa Sejahtera memiliki 4 pilar untuk memperkuat penghidupan di pedesaan (1) akses terhadap sumber daya alam, (2) akses pasar, (3) adaptasi terhadap dampak perubahan iklim, dan (4) keadilan gender.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *