Riset Kawasan, Korupsi dan Pendapatan Daerah di Sulawesi dan KalimantanCover Menakar Sawit

Buku Menakar Sawit, merupakan suatu riset yang dilakukan tim Sawit Watch di dua provinsi yaitu Sulawesi Tengah (Kabupaten Buol, Banggai dan Donggala) dan Kalimantan Utara (Kabupaten Bulungan). Fokus utama dari riset ini antara lain mengenai dampak perkebunan sawit terhadap luas tutupan hutan, korupsi di sektor sawit dan pendapatan asli daerah dari pengusahaan kebun sawit.

Dari riset yang telah kami lakukan ditemukan bahwa, untuk riset mengenai kawasan, salah satunya di Kabupaten Buol, kami mendapati bahwa, dari 174 ribu hektar perkebunan sawit yang tersebar di sejumlah kecamatan, ada sekitar 19.598 hektar di dalam kawasan hutan, serta 21 ribu hektar di luar kawasan hutan. Potensi hilangnya hutan dari perizinan perkebunan sawit sekira 84 ribu hektar, terdiri 68,6 ribu hektar pada kawasan non-hutan (APL) dan 12,8 ribu hektar pada kawasan hutan.

Untuk riset korupsi, sejumlah kasus umumnya muncul seputar masalah perizinan. Terdapat praktik-praktik yang menyalahi prosedur dan melanggar regulasi. Kasus-kasus korupsi izin inilah yang melancarkan proses ekspansi perkebunan kelapa sawit skala besar di sejumlah wilayah. Riset mengenai pendapatan daerah, hasil yang ditemukan di kabupaten Donggala dan Bulungan menunjukkan bahwa tidak adanya korelasi yang searah antara pemberian lisensi dan konsesi untuk perkebunan sawit dengan pendapatan pemasukan daerah. Segencar apapun pemberian lisensi dan konsesi justru pemasukan yang didapat daerah ternyata kecil.

Riset yang dilakukan di sejumlah daerah di dua provinsi ini tampaknya dapat menjadi gambaran mengenai apa yang terjadi dalam proses yang mengiringi ekspansi perkebuanan sawit di seluruh Indonesia, dari Sumatera hingga Selatan Papua.

Untuk detailnya, kami menyediakan file buku “Menakar Sawit” yang dapat diunduh pada link dibawah ini :

Indonesia Version : Menakar Sawit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *