kebun HMBP

Kondisi buruh diperkebunan kelapa sawit  PT. Hamparan Mas Sawit Bangun Persada (HMBP) memprihatinkan, hampir sama dengan kondisi di perkebunan sawit lainnya. Fasilitas kesehatan yang tidak memadai, sistem target kerja yang memberatkan buruh, kerja tambahan yang berat.

Saat ini Indonesia umumnya sedang mengalami musim kemarau, termasuk juga di Kalimantan Tengah. Cuaca yang sangat terik dan kondisi jalan dan perkebunan yang berdebu oleh tanah yang tertiup oleh angin dan kendaraan yang lewat adalah pemandangan yang biasa terjadi di perkebunan kelapa sawit di musim kemarau.

Luas perkebunan  PT HMBP 11.200 Ha perkebunan dibagi menjadi 12 Afdeling. Setiap Afdeling mempekerjakan 60 karyawan SKU dan 25 BHL, bisa diestimasikan bahwa perusahaan mempekerjakan sekitar 1020 pekerja perkebunan. Terdapat juga buruh perempuan yang dipekerjakan dengan sistem borongan untuk perawatan dengan upah Rp. 100ribu / hektar.

Saat ini buah sedang sedikit karena musim kemarau. Buruh panen sangat merasakan dampaknya. Buruh Panen diberi target 185 janjang buah sawit untuk mendapatkan HK sebesar Rp.85 ribu. Sebelumnya target sebanyak 195 Janjang buah sawit perhari. Sangat sulit bagi buruh panen untuk mencapai target tersebut. Mereka bekerja dari pagi  sampai jam 2 biasanya hanya mendapatkan 100an janjang. Jika tidak mencapai target, untuk mencapai HK sebesar Rp. 85 Ribu mereka dipekerjakan sebagai proni yaitu membersihkan pelepah sawit dari pohon dengan jatah 2-3 baris dengan satu barisnya terdiri dari 17 batang pohon sawit. Sistem target dan  Proni ini sangat memberatkan karena seharian tenaga terkuras mencari dan memanen buah sawit. Satu janjang buah sawit dihargai Rp.450.

Jika buruh sawit sakit, biasanya mereka berobat di klinik diluar perusahaan, sebenarnya perusahaan menyediakan klinik untuk buruh tapi pelayanan dan obat yang tersedia sangat kurang. Buruh perempuan dipekerjakan sebagai buruh borongan untuk perawatan yaitu membersihkan piringan, semak , mecabuti  tunas liar, membabat ilalang. Mereka bekerja borongan 100rb/hektar, biasanya hanya sanggup sekitar 40-50 persen perhari, artinya mereka hanya bisa memperoleh penghasilan sekitar 40-50 ribu rupiah perhari.

Belum ada serikat buruh di PT HMBP.  Dari cerita beberapa buruh, keberadaan serikat ini selalu diawasi. Buruh yang terlibat aktif dalam membicarakan serikat akan dimutasi. Sudah terjadi beberapa kali terjadi, buruh yang aktif/vocal terhadap kebijakan perusahaan di mutasi dari afdeling 2, ke afdeling 3 terus ke afdeling selanjutnya. Jika tidak sanggup maka buruh tersebut akan memilih keluar/mengundurkan diri. Hal ini tentunya yang diinginkan perusahaan. Pertemuan untuk mengorganisir buruh sangat sulit untuk dilakukan didalam perusahaan, karena perusahaan alergi dengan hal yang berbau serikat buruh. Jika ada karyawan yang terlibat akan mendapatkan sangsi mutasi sampai PHK.

Kemarau menyebabkan kekeringan dari beberapa sumber air.Buruh yang tinggal di camp perusahaan kesuliitan air bersih. Pompa air di camp perusahaan sudah rusak dan banyak sumur yang mengering, sedangkan air yang dipasok oleh perusahaan setiap 5 atau 6 hari sekali sangat minim tidak mencukupi untuk kebutuhan MCK, hanya cukup untuk memasak.

PT. Hamparan Mas Sawit Bangun Persada (HMBP) adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan Provinsi Kalimantan Tengah. Izin lokasi dari Bupati Seruyan No. 151 tahun 2005 , tanggal 15-09-2015 seluas 11.200 Ha. Izin Usaha Perkebunan  525/352/EK/2005, HGU  24/HGU/BPN/06 dan IPKH189/Kpts-II/2000. Sebelumnya lokasi tersebut adalah kawasan hutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *