“Penerapan HCV/HCS Jangan Jadi Ajang Cuci Dosa”

Masalah dan Praktik Buruk Harus Diselesaikan Lebih Dahulu

 

Kuala Lumpur (16/11) Sawit Watch.   Meskipun  beberapa industri perkebunan kelapa sawit telah ada yang berkomitment untuk menerapkan High Conservation Value (HCV) dan High Carbon Stock (HCS), bukan berarti bahwa semua persoalan lingkungan dan sosial telah selesai.

Berbagai problem sosial dan lingkungan yang selama ini telah muncul tidak dapat begitu saja dianggap clear ketika komitment penerapan HCV/HCS tersebut digelontorkan oleh beberapa industri kelapa sawit.   Masih banyak tanggung jawab masa depan dan masalah masa lalu yang harus diurai hingga selesai.

Persoalan penting yang harus diselesaikan antara lain adalah penegasan terhadap hak-hak masyarakat, perbaikan terus menerus terhadap lingkungan dan alam serta system pengelaolaan perkebunan kelapa sawit yang ramah terhadap masyarakat local [local friendly] dan ramah lingkungan [environment friendly] dan ketaatan tanpa syarat terhadap hukum dan peraturan yang berlaku, baik peraturan local, nasional ataupun ketentuan adat setempat.

Implementasi HCV / HCS oleh industry besar kelapa sawit jangan hanya dijadikan sebagai “image building” sementara dalam praktik masih terus menerus muncul masalah-masalah dilapangan. Harus juga ditekankan komitment tindakan berupa sanksi apabila komitment tersebut dilanggar, baik itu sanksi ekonomi dipasar minyak sawit maupun sanksi sosial seperti kesediaan untuk menerima tangungjawab secara adat dan hukum jika terjadi pelangaran atas komitment tersebut.

Sawit Watch Indonesia menegaskan dan mengerti betul bahwa selama ini berbagai komitment yang sudah dikeluarkan bahkan hukum formil yang harusnya dijalankan masih banyak yang dilanggar, oleh karennya maka apapun yang terjadi kedepan, SW memastikan akan melakukan upaya-upaya serius mempengaruhi pasar dan public serta kebijakan terkait dengan komitment HCV/HCS tersebut.

SW sudah sangat siap untuk melakukan upaya kampanye internasional dan advokasi, baik bersifat litigasi maupun non-litigasi untuk memastikan bahwa kedepan dapat ditekan lebih serius praktik-praktik buruk yang terjadi dalam rantai industri kelapa sawit.  Kami akan mencatat setiap langkah dan gerak dari praktik-praktik atas komitment yang disampaikan.

Sawit Watch juga telah memetakan situasi lapangan dari berbagai masukan yang disampaikan oleh banyak pihak diantaranya dalam Pertemuan Para Pihak yang membicarakan mengenai perlindungan kawasan hutan dan hak kelola masyarakat melalui penerapan HCV/HCS oleh industry perkebunan kelapa sawit, yang dilaksanakan di Kuala Lumpur tanggal 16 November 2014. Dimana berbagai pihak menyampaikan bahwa status hukum HCV/HCS yang belum jelas, tidak melibatkan masyarakat dalam penetapan wilayah yang terindikasi HCV/HCS berdampak pada konflik baru yang terjadi antara masyarakat dengan perusahaan dan juga hilangnya hak kelola masyarakat serta akses terhadap kawasan kelola tradisonal masyarakat dari hutan.

Oleh karena itu kami memandang penting untuk semua pihak serius dan terus menerus memastikan praktik-praktik industri perkebunan kelapa sawit dimanapun agar mentaati peraturan yang berlaku, menghormati masyarakat adat dan budayanya serta konsisten dengan komitmenya sendiri.

 

###

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *