Petisi Masyarakat Sipil Indonesia Kepada Parlemen Uni Eropa Tentang Kebijakan Biofuel Eropa

Jakarta, Indonesia September, 2013

EU_1

Pada tanggal 11 September 2013, Parlemen Uni Eropa akan bersidang untuk memutuskan perubahan penting terhadap kebijakan bahan bakar nabati (biofuels) Uni Eropa. Jika tidak dilakukan tindakan untuk membatasi permintaan atas biofuels, maka kebijakan ini akan mengakibatkan dampak negatif yang sangat besar bagi masyarakat dan lingkungan hidup di negara-negara produsen seperti Indonesia yang menanam komoditas biofuel untuk pasar Eropa. Minyak kelapa sawit yang diproduksi di Indonesia dan Malaysia terus mengalami peningkatan untuk memenuhi kebutuhan biodiesel demi pencapaian target Uni Eropa. Pada saat yang sama, biofuel juga menjadi bagianyang penting dalam rencana pemerintah mengembangkan industri kelapa sawit, dengan perkiraan peningkatan luas perkebunan kelapa sawit dari 11 juta hektar menjadi 28 juta hektar di tahun 2020. Kami, masyarakat sipil Indonesia, menyerukan kepada Parlemen Eropa untuk tidak menutup mata terhadap berbagai dampak buruk dari produksi komoditas biofuel di negara-negara produsen seperti Indonesia. Target yang ditetapkan melalui kebijakan biofuel ini akan mendorong terus terjadinya ekspansi industri perkebunan monokultur skala besar, seperti kelapa sawit, yang berarti terus berlanjutnya berbagai masalah lingkungan hidup, sosial dan eknomi bagi jutaan masyarakat Indonesia. Industri perkebunan kelapa sawit skala besar telah menimbulkan berbagai masalah serisu bagi komunitas-komunitas dan lingkungan hidup di Indonesia, juga di negara-negara produsen lainnya. Beberapa masalah utama adalah: Perkebunan kelapa sawit skala besar merupakan salah satu kontributor terbesar pelepasan gas rumah kaca Indonesia akibat penggundulan hutan, pembakaran lahan dan pengeringan lahan gambut. Oleh karenanya, biofuel yang berasal dari minyak sawit tidak akan bisa menurunkan emisi gas rumah kaca, sebaliknya, malah akan meningkatkan emisi gas rumah kaca. Pembangunan perkebunan kelapa sawit skala besar juga telah mengakibatkan perampasan lahan masyarakat adat dan masyarakat lokal, konflik, serta pelanggaran HAM oleh aparat negara. Tidak diakuinya hak masyarakat adat dan masyarakat lokal atas tanah telah menimbulkan berbagai konflik antara masyarakat dan perusahaan, yang seringkali berakhir pada tindak kekerasan aparat pemerintah yang mendukung perusahaan. Sistem perkebunan kelapa sawit skala besar tidak menghormati hak-hak pekerja, menimbulkan ketidakadilan gender, serta sering melibatkan anak-anak dalam proses produksinya yang mengakibatkan anak-anak kehilangan haknya untuk sekolah. 80 persen pekerja di perkebunan kelapa sawit skala besar –laki-laki dan perempuan, adalah buruh harian lepas (BHL) yang tidak mendapatkan jaminan keselamatan dan keamanan kerja, dan dibayar dengan upah yang sangat murah yang tidak dapat mencukupi kebutuhan hidupnya. Pembangunan perkebunan kelapa sawit skala besar menyebabkan hilangnya kedaulatan pangan masyarakat-masyarakat adat dan masyarakat lokal yang bergantung pada hutan sebagai sumber pangan dan penghidupannya. Banyak perusahaan kelapa sawit skala besar menghancurkan lahan, hutan serta wilayah pesisir yang subur dan menggantinya dengan tanaman monokultur kelapa sawit. Kami, masyarakat sipil Indonesia, sangat khawatir dengan adanya kebijakan biofuel dalam Uni Eropa yang akan mengakibatkan dampak negatif yang sangat besat terhadap jutaan masyarakat Indonesia dan gagal menurunkan emisi gas rumah kaca penyebab perubahan iklim. Oleh karenanya, kami, masyarakat sipil Indonesia, menyerukan kepada Uni Eropa untuk:

1. Tidak menggunakan biofuel yang berasal dari perkebunan monokultur skala besar

2. Tidak menggunakan biofuel yang berasal dari pembukaan hutan alam dan lahan gambut

3. Tidak menggunakan biofuel yang berasal dari lahan-lahan yang berkonflik dengan masyarakat lokal

4. Tidak menggunakan biofuel yang berasal dari perusahaan yang terlibat praktik pelanggaran HAM, termasuk pelanggaran hak pekerja, hak perempuan, dan di dalam proses produksinya terdapat keterlibatan anak-anak.

5. Mengurangi konsumsi minyak sawit Eropa dan segera menghentikan penggunaan minyak sawit untuk biofuel.

Kami yang bertanda tangan di bawah ini,

1. WALHI (WahanaLingkunganHidup Indonesia) – Friends of the Earth Indonesia

2. SawitWatch (Oil Palm Watch)

Dan 57 CSO lainnya (Lihat Lampiran)

 

ID CSOs Petisi EU
ID CSOs Petisi EU
ID CSOs Petisi_EU.pdf
207.9 KiB
636 Downloads
Details...
ID CSOs Statement EU
ID CSOs Statement EU
ID CSOs Statement_EU.pdf
13.8 KiB
537 Downloads
Details...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *