Komisi III DPR Harus Pilih Calon Anggota LPSK Berkualitas dan Non-Partisan

DPR-RI harus ketat wawancara calon & memanfaatkan masukan masyarakat

2013-09-25 09.39.20
14 Calon anggota LPSK sedang melakukan penulisan makalah dalam proses Fit and proper tes di komisi III DPR RI.

Jakarta, 24/09 – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melalui Komisi III mengagendakan tes pembuatan makalah, yang dilanjutkan dengan fit n proper test bagi 14 calon anggota LPSK pada Rabu, 25 September 2013.

Koalisi Perlindungan Saksi dan Korban mengapresiasi kesigapan DPR-RI dalam melanjutkan proses pemilihan calon anggota LPSK ini. Karena dengan dimulainya proses tes tertulis serta fit and proper test pada esok hari, maka dapat menjaga kesinambungan kinerja LPSK, yang saat ini pada masa perpanjangan. Sehingga pelaksanaan tugas dan fungsi LPSK dalam melindungi saksi dan memberi bantuan kepada korban akan tetap berjalan.

Meski telah menjalani berbagai tahapan dalam seleksi, Koalisi Perlindungan Saksi dan Korban menilai masih terdapat calon anggota yang tidak memiliki kredibilitas dan kemampuan yang cukup  yang baik dalam isu-isu  perlindungan saksi dan korban.

Selain kriteria yang telah tercantum di UU No. 13 tahun 2006, Koalisi Perslindungan Saksi dan Korban meminta agar Komisi III DPR RI mempertimbangkan beberapa kriteria berikut dalam memilih 7 calon anggota LPSK:

  1. Independensi yang tinggi (tahan terhadap tekanan-tekanan)
  2. Berani mengambil resiko, bukan safety player
  3. Low Profile (bukan tipe orang yang suka mencari popularitas)
  4. Bekerja penuh waktu (tidak rangkap jabatan/fokus bekerja untuk LPSK)
  5. Memegang teguh prinsip kerahasiaan
  6. Mampu bekerja dalam tim
  7. Memahami persoalan HAM, perlindungan dan hak-hak saksi dan korban
  8. Siap mendampingi saksi maupun korban
  9. Memiliki keahlian khusus yang berkaitan dengan program-program perlindungan dan bantuan bagi saksi dan korban
  10. Perencana strategis (strategic thinker)
  11. Track Record nya bersih, berkualitas, berintegritas (Public Trust)

Komposisi 14 calon anggota LPSK yang akan menjalani seleksi di DPR RI saat ini terdiri dari: 6 orang Advokat; 3 orang Akademisi; 2 orang purnawirawan Polri; 2 orang dari Kemenkumham (1 diantaranya pensiunan); 1 orang Jurnalis.

Sejak dibuka pendaftaran pada 25 Maret 2013, proses seleksi telah memakan waktu panjang dan berbagai tahap seleksi, sampai menghasilkan 14 nama calon anggota LPSK. Selanjutnya, berdasarkan UU 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, dari 14 nama yang telah diserahkan Presiden ke DPR akan dipilih 7 anggota LPSK baru untuk periode 2013-2018.

LPSK merupakan lembaga yang sangat penting dalam perlindungan dan pemenuhan hak-hak saksi dan korban. Llembaga ini juga diperlukan dalam memberikan dukungan bagi proses penegakan hukum, khususnya dalam penuntasan kasus yang mendapatkan perhatian publik seperti korupsi, KDRT  dan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Oleh karenanya jangan sampai lembaga ini diisi oleh orang-orang yang tidak kualitas dan independensi yang kuat, yang akan mengakibatkan terganggunya tugas dan fungsi Lembaga ini.

Menyikapi proses yang akan berjalan di DPR-RI, Koalisi Perlindungan Saksi dan Korban meminta Komisi III DPR-RI:

  1. Memilih calon yang betul-betul memenuhi kriteria dan sesuai kebutuhan LPSK secara kelembagaan;
  2. Memilih dengan komposisi anggota berdasarkan kualitas dan integritas serta pengalaman di bidang pemajuan, pemenuhan, perlindungan, penegakan hukum dan hak asasi manusia;
  3. Memanfaatkan secara optimal masukkan dari masyarakat atas rekam jejak calon;

Jakarta, 24 September 2013

Koalisi Perlindungan Saksi dan Korban

[ELSAM, ICW, KontraS, WALHI, Sawit Watch, TuK Indonesia, YLBHI, LBH Pers, ICJR, YLBHUniversalia, MAPPI FH UI]

Kontak:

Andi Muttaqien          (ELSAM – 08121996984)

Putri Kanesia             (KontraS – 08151623293)
Emerson Yuntho       (ICW – 081389979760)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *