Serangan Kabut Asap: Cermin Buruknya Tata Kelola Hutan Dan Lahan

 

Siaran Pers Sawit Watch

 low_hotspot_13mei_20Juni_kbn

Geger tiga negara akibat serangan kabut asap memunculkan polemik. Serangan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan skala besar adalah fenomena dan menjadi sebuah  kecenderungan yang merutin dalam 20 tahun terakhir. Masih segar dalam ingatan kita pada tahun 1982, kebakaran hutan di Kalimantan Timur yang menghanguskan lebih dari 3 juta hektar, lalu berturut-turut kebakaran hutan  yang terjadi pada tahun 1991, 1994 dan pada 1997 yang  melahap kawasan hutan dan lahan seluas 10 juta hektar, masing-masing 5 juta  ha di Kalimantan dan Sumatera (pemerintah mengklaim hanya seluas 0,5 juta hektar).

Kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dipandang sebagai masalah yang berdiri sendiri. Ia harus dipandang sebagai sebuah symptom dari memburuknya kesehatan hutan alam. Eksploitasi hutan alam dalam skala masif yang dimulai dilakukan pada awal tahun 1970 telah menyebabkan hutan-hutan alam rusak parah. Eksploitasi hutan alam untuk memenuhi industri perkayuan dan perluasan kebun sawit telah memaksa hutan alam hancur berkeping-keping.

Hutan dan lahan telah terdegradasi dan menyebabkan ia kehilangan keseimbangan ekologis, kehilangan kelembaban mikro sehingga menjadi rentan terhadap kebakaran. Keadaan ini diperparah dengan politik konversi hutan alam dimana pemerintah memberi insentif kebijakan dan finansial bagi pengusaha-pengusaha membuka perkebunan monokultur skala besar seperti perkebunan kelapa sawit dan kebun kayu komersial (HTI). Insentif seperti Dana Reboisasi kepada pengusaha HTI telah menyebabkan percepatan konversi hutan alam menjadi perkebunan-perkebunan monokultur dan melegitimasi pengrusakan hutan alam lebih jauh. Pengusaha memanfaatkan legitimasi dari pemerintah untuk mengeruk rejeki kayu secara rakus dengan alasan membangun hutan-hutan tanaman. Di sektor perkebunan sawit, terjadi perluasan secara massif untuk alih fungsi hutan alam menjadi kebun sawit. Menurut Data kami, luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia saat ini mencapai 11,5 juta hektar.

Terkiat dengan kebakaran hutan, hasil dari penelusuran Sawit Watch, saat ini ada sekitar 4810 titik api untuk periode 13 mei hingga 20 juni 2013. Dari total titik api tersebut, ada sekitar 925 titik api yang berada di perkebunan sawit.

Tabel Titik Api

Wilayah Jumlah titik api Jumlah titik api di perkebunan sawit
Kep Riau 17 3
Kalimantan Timur 33 9
Kalimantan Tengah 21 10
Kalimantan Selatan 20 4
Kalimantan Barat 81 32
Aceh 56 2
Bangka Belitung 5
Jambi 170
Lampung 9 3
Riau 4251 859
Sumatera Barat 20 1
Sumatera Selatan 27 2
Sumatera Utara 100

Sumber: Sawit Watch dan http://firealerts.conservation.org/fas/

 

kabut asap
kabut asap
Siaran Pers Serangan Kabut Asap - 27062013.doc
197.0 KiB
1696 Downloads
Details...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *