revPermentan2

Sepanjang tahun 2012 muncul ratusan konflik lahan antara masyarakat dengan perusahaan perkebunan akibat terbitnya izin operasi bagi perusahaan perkebunan di atas tanah milik masyarakat. Akibatnya, konflik antara masyarakat dengan perusahaan yang melibatkan aparat penegak hukum seringkali meletus. Sehingga, menimbulkan kerugian materil yang tidak sedikit, bahkan korban jiwa.

Hak Guna Usaha [HGU] yang tercantum dalam Permentan 26/2007 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan -sebagai regulasi turunan dari UU No. 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan-, merupakan akar dari konflik lahan dengan masyarakat. Hal ini karena HGU yang diberikan kepada perusahaan perkebunan tersebut seringkali diberikan di atas tanah-tanah yang dikuasai masyarakat.

Terkait dengan rencana Revisi Permentan tersebut, Aliansi Kebun Untuk Rakyat (AKUR) yang terdiri dari ELSAM, Sawit Watch, SPKS, ICW, WALHI, TuK Indonesia, dan PILNET, MENOLAK PENGESAHAN REVISI PERMENTAN NO 26 TAHUN 2007 yang saat ini sedang dibahas oleh Kementerian Pertanian. Penolakan disebabkan karena Kementerian Pertanian cq. Direktorat Jendral Perkebunan tidak mempertimbangkan urgensi revisi dan dampaknya bagi masyarakat yang saat ini masih berada dalam situasi konflik. Direktorat Jenderal Perkebunan juga tidak melibatkan seluruh pemangku kepentingan pembangunan perkebunan dalam konsultasi revisi Permentan tersebut. Direktorat Jendral Perkebunan hanya melibatkan Dinas-dinas terkait dan organisasi pengusaha, tanpa melibatkan petani/organisasi petani dan masyarakat yang concern terhadap masalah agraria dan pemberdayaan petani.

Berikut adalah Bahan-bahan hasil pertemuan konsultasi publik yang diselenggarakan di Bandung pada 19 Juni 2013. Dalam bahan-bahan ini terdapat draft konsep revisi per 19 juni 2013, Matriks Sanding UU No 26/2007 dan Revisi, Sambutan Dirjen dan Power Point tentang Peninjauan kembali UU No 26 tahun 2007.

Silahkan download disini

Bahan Draft Revisi Permentan Terbaru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *