Proteksi Lahan Pangan di Sumatera Selatan

ditulis oleh:   |   15-03-2013 | 11:20 WIB

Mendorong Kebijakan Proteksi Lahan Pangan di Sumatera Selatan

Pada hari Selasa (26/02), Wahana Bumi Hijau dan Sawit Watch mengadakan sebuah seminar public yang berjudul Konversi Lahan Pertanian oleh Industri dan Perkebunan Kelapa Sawit. Seminar ini dihadiri oleh petani dan masyarakat yang tinggal di daerah sekitar perkebunan kelapa sawit. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah daerah.

Ki-ka: Tuti (Pertanian Propinsi Sumatera Selatan), Beni Hernedi (Wakil Bupati Musi Banyu Asin), Dr. Mulawarman (Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya), Aidil Fitri (Wahana Bumi Hijau)

Seminar ini mengundang narasumber dari berbagai kalangan, yaitu pemerintah kabupaten Ogan Komering Ilir sebagai wilayah penelitian, Dinas Pertanian Propinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sebagai pembanding, akademisi dan peneliti dari Sawit Watch. Para pembicara mendiskusikan berbagai kendala yang dihadapi dalam melindungi lahan pangan masyarakat dari ekspansi perkebunan kelapa sawit yang juga menjadi agenda dalam skema Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang diinisiasi oleh pemerintah pusat.

Adapun kendala yang dihadapi, salah satunya adalah komoditi kelapa sawit masih menjadi primadona bagi pemerintah. Produksi kelapa sawit kemudian seolah-olah menjadi satu-satunya komoditi yang menjadi konsen pemerintah. Hal ini melemahkan inisiasi dan usaha untuk melahirkan kebijakan untuk memproteksi lahan-lahan pangan yang ada, terutama di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin.

Perwakilan pemerintah yang hadir memberi sambutan baik terhadap dorongan kalangan masyarakat sipil dan akademik untuk melindungi lahan pangan. Pemerintah kabupaten Musi Banyuasin terlihat mau lebih maju terkait ekspansi sawit adalah dengan mendorong adanya a