Kebun Nanas Dan Lada Penyelamat Belitung

ditulis oleh:   |   29-08-2012 | 15:15 WIB

Kebun Nanas Dan Lada Penyelamat Belitung

By : Tia Hayati (PIK – Belitung, Desa Ai Kelik)

Sebelum saya bercerita tentang perkebunan lada dan nanas yang ada di Pulau Belitung, desa badau Kec. Badau khususnya dsn. Klk. Datuk tempat saya tinggal, terlebih dahulu saya ingin memperkanalkan diri. Nama saya Tia Hayati , saya tinggal di dusun terpencil yang namanya dusun kelekak datuk desa badau kec. Badau. Di desa tempat saya tinggal ini sekilas ingin saya ceritakan bagaimana perjuangan masyarakat kami dalam memperebutkan lahan dan menjaganya agar masyarakat kami mempunyai pilihan untuk bertani secara sendiri-sendiri dan hidup dalam ketenangan tanpa harus ada yang di rugikan.

Awal mulanya sejak zaman nenek moyang masyarakat kami sejak dahulu kehidupannya adalah bertani nanas dan lada, dan sampai sekarang anak cucupun masih melakukan hal yang sama. Namun oleh Pemerintah desa pada tahun 2004 ingin berusaha memberikan lahan milik masyarakat tersebut kepada PT. AKS yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit lahan seluas 5000 Ha. Lahan tersebut di berikan kepada pengusaha tersebut tanpa ada sosialisasi dengan masyarakat. Untuk itu kami melalui kawan-kawan yang ada di forum sijuk badau mengadakan perlawanan dengan pemerintah untuk membatalkan perizinan tersebut dengan mengadakan aksi demo di kantor Bupati dan Allhamdulillah berhasil. Lahan di kembalikan kepada masyarakat.

Akan tetapi Pemerintah desa tidak bosan-bosan untuk mepropokator masyarakat agar mau memberikan lahan mereka kepada pengusaha. Sehingga semua cara di lakukan walaupun semua itu akan menyakiti rakyatnya sendiri. Karena demi uang segalanya akan menjadi halal di mata mereka. Akan tetapi sejak masuknya PIK ( Pusat Informasi Kampung) yang di selenggarakan oleh Sawit Watch kami mengerti bagaimana cara supaya agar masyarakat bisa menyelamatkan lahan pertanian milik masyarakat sendiri tanpa harus ribut – ribut dengan pemerintah dan bisa mendapatkan dukungan dari pemerintah sendiri.

Akhirnya melalui penelitian dan pengamatan ,kami berpikir melalui potensi alam kami yang sangat mendukung untuk menanam Lada dan Nanas dan hal ini harus kami kembangkan terus menerus dalam upaya untuk menyelamatkan lahan kami dari oknum – oknum yang ingin merebut lahan kami. Karena salah satu alasan pemerintah desa dan kabupaten kepada masyarakat, mengapa mereka ingin memasukkan investor ke dusun kami adalah salah satunya karena banyaknya lahan tidur yang tidak di kelola oleh masyarakat sehingga pemerintah kurang mempunyai masukan baik bagi desa maupun bagi kabupaten. Hal inilah yag menyebabkan kami masyarakat dusun Kelekak Datuk semakin ambisi untuk membuat kelompok tani agar semua kelompok tani tersebut bisa mengolah lahan-lahan yang masih berbentuk hutan ini dengan cara menanam nanas dan lada sesuai dengan kondisi alam kami. Dan allhamdulillah hal ini ternyata berhasil di lakukan dalam rangka menyelamatkan lahan perkebunan milik masyarakat.

Walaupun sampai saat ini sebagian oknum pemerintah masih juga berusaha keras bagaimana supaya masyarakat mau memberikan lahan mereka, akan tetapi mereka juga merasa mengalami kesulitan untuk menghadapi masyarakat. Dan melalui sms Gate Way saya selaku npengurus Pik dari desa Badau selalu mengirimkan sms agar kami bisa lebih mendapat respon lagi dari Sawi Watch tentang agar lebih bisa lagi mempertahankan lahan kami. Ternyata setelah kami menjalani perkebunan ini banyak sekali yang dapat di petik keuntungan dari kegiatan kami ini. Karena sesuai dengan Sumber Daya Alamnya Propinsi Babel terkenal dengan hasil alamnya salah satunya adalah lada dan sebagai pendukung dari wisatanya adalah buah Nanas. Karena orang Babel sering kali menyambut tamu yang datang dari luar dengan masakan ikan di campur dengan Nanas, karena itu adalah salah satu masakan khas dari  Babel. Selain itu lada juga berfungsi untuk rempah-rempah.

Jadi tanaman lada dan Nanas ini sangat mendukung sekali dalam kegiatan kepariwisataan yang ada di Pulau Bangka Belitung. Selain itu desa kami juga terkenal sekali dengan Nanas segarnya yang itu sudah lama sekali di kenal, Cuma pemerintah kami saja yang sering kali tidak mau mengerti dengan nasib rakyatnya. Padahal bagi kami pribadi lebihlah untung kami bertani sendiri daripada kami bekerja dengan perkebunan sawit. Lahan tidak terjual, hasil tidak berbagi, kehidupan sosial dan budaya tidak rusak. Sekarang Dusun tempat saya tinggal sudah sedikit maju ekonominya di bandingkan dulu kerena sudah ada anak dari petani lada dan Nanas yang sudah sekolah di perguruan tinggi di luar Pulau kami. Artinya dengan kami bertani sendiri kami bisa menyekolahkan anak kami tidak hanya pada Sekolah Dasar, SMP, atau SMA saja tapi bahkan ke Perguruan Tinggi tanpa kami harus bekerja dengan orang lain. Bahkan kami sendiri bisa menciptakan lapangan kerja sendiri kepada masyarakat kami yang tidak mau berkebun. Contohnya ketika musim panen Lada, kami tidak mampu memanennya sendiri karena mau cepat dan kalau sudah masak tidak boleh di tunda jadi hal ini membutuhkan banyak tenaga.

Dan untuk perkebunan Nanas kami bisa mengambil hasilnya dua minggu sekali, bahkan ketika panen saya membutuhkan orang untuk membantu memetiknya.Selain buah segarnya buah Nanas juga kami kembangkan untuk membuat dodol Nanas, Sirop Nanas, Selai Nanas  yang kami lakukan untuk memberdayakan ibu-ibu rumah tangga agar mereka mempunyai kegiatan dalam melakukan home industri. Jadi tidak ada lagi alasan pemerintah untuk mengatakan bahwa takut adanya pengangguran di tempat kami kalau tidak ada perkebunan pengusaha sawit dalam skala besar untuk menampungnya.

Selain itu sebagai tumpang sari kami juga menanam pohon karet di tengah anjar Nanas, hal ini kami lakukan agar ketika Nanas sudah kurang produktif nantinya getah karetlah yang akan menggantikannya.Untuk itu kepada kawan – kawan yang mempunyai SDA seperti di tempat kami, saya lebih menyarankan agar kalau mempunyai lahan lebih baik di kelola sendiri daripada di berikan kepada pengusaha. Selain mencegah investor masuk juga akan bermanfaat sekali bagi kita. Melalui PIK ini banyak sekali manfaat yang saya dan masyarakat desa kami dapat salah satunya kami sangat mengerti sekali akan pentingnya lahan bagi masyarakat. Karena jangankan kita hidup, matipun kita masih butuh tanah. Untuk itu mari kita jaga agar Tanah/lahan kita yang ada ini tidak hanya kita yang bisa menikmatinya tetapi juga bermanfaat bagi generasi kita berikutnya.

Kirim Komentar


*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
    Berita Terbaru
    13-06-2014 | 16:25 WIB

    Sekretariat Bersama  Penanganan Konflik Agrari dan Sumberdaya Alam  ...

    Kirim SMS dengan format :
    • - PIK [spasi] PESAN
    • - SW [spasi] PESAN
    kirim ke : 082111122334


      Data SMS Selengkapnya

    Donasi