Pernyataan Pers

Atas Kekerasan Terhadap Masyarakat Padang Halaban, Sumut

 Penghormatan Terhadap Hak Asasi Manusia Tidak Ada Dalam Kamus Golden Agri

 

Pada 4 Juni 2012, Golden Agri-Resources (GAR) baru saja meluncurkan sebuah hasil kerja bersama mereka terkait Hutan Stock Karbon Tinggi yang didalamnya menyebutkan komitmen GAR dalam penyelamatan iklim dan pelestarian lingkungan di bawah kerangka Kebijakan Konservasi Hutan (KKH). Sayangnya komitmen tersebut tidak berbanding lurus dengan komitmen mereka terhadap penghormatan Hak Asasi Manusia.

Pada hari dan tanggal yang sama, di kebun PT. SMART Tbk (SMART), anak perusahaan GAR terjadi tindak kekerasan terhadap Kelompok Tani Padang Halaban, Kabupaten Labuan Batu, Sumatera Utara.

Konflik terjadi disebabkan arogansi aparatus keamanan dan ketiadaan niat baik SMART dalam mengupayakan penyelesaian permasalahan yang sudah berlangsung sejak lama. Keberadaan SMART di Padang Halaban merefleksikan tindakan keliru Orde Baru yang merepresentasikan diri sebagai penguasa dengan meniadakan hak-hak rakyat atas lahan, dengan mengatas-namakan kesejahteraan.

Kepemilikan lahan perkebunan kelapa sawit di Padang Halaban ini terjadi semasa rezim Orde Baru berkuasa, dimana SMART mendapatkan hak kelola lahan seluas 7.464,92 ha yang dulunya merupakan eks lahan Plantagen AG, perusahaan perkebunan semasa pendudukan Belanda. Paska kemerdekaan Indonesia, perkebunan tersebut dikuasakan kepada masyarakat dengan pemberian Kartu Tanda Pendaftaran Pendudukan Tanah (KTPPT) oleh Kantor Reorganisasi Pemakaian Tanah Wilayah Sumatera Timur, yang selanjutnya pemilik kartu tersebut membayarkan pajak kepada Negara melalui IPEDA (Iuran Pendapatan Daerah) Kabupaten Labuan Batu.

Pengalihan hak kelola Plantagen AG kepada SMART tidak serta merta memberikan hak istimewa kepada pihak perusahAan untuk bertindak sekehendak hati. Tindakan represif yang terjadi di Padang Halaban saat ini memperlihatkan bahwa masih banyak upaya-upaya melanggengkan bentuk kekuasaan Orde Baru melalui kroni dan pendukung-pendukungnya.

Pemenuhan hak masyarakat dalam rangka penyediaan ruang produktif rakyat harusnya juga menjadi pilihan utama dalam melakukan pembangunan. Pemenuhan hak tersebut hendaknya didukung oleh semua pihak termasuk aparatus keamanan.

Akibat peristiwa di Padang Halaban, seorang anak, Gusmanto (16) mengalami mengalami luka tembak di betis kaki sebelah kiri korban, sedangkan warga lainnya mengalami pemukulan dan penangkapan. Sebanyak 60 warga ditangkap dan sampai saat ini 10 warga telah ditahan sebagai tersangka karena dianggap melanggar Pasal 363 KUHP; Pasal 170 KUHP; Pasal 406 KUHP, Pasal 187 Subs Pasal 188 KUHP; Pasal 160 KUHP; Pasal 335 Jo Pasal 64 KUHP; Pasal 65 KUHP; Pasal 55 KUHP; Pasal 56 KUHP.

Peristiwa Padang Halaban dengan gamblang memperlihatkan dualisme Golden Agri-Resources, dimana perusahaan tersebut berupaya terlihat “hijau” ditengah “hitam-nya” praktek kelola mereka.  Upaya Golden Agri-Resources untuk mengkampanyekan diri sebagai industri perkebunan yang ramah lingkungan merupakan kamulflase atas pelanggaran HAM yang dilakukannya.

Berdasarkan hal di atas, atas nama kemanusiaan, kami meminta para pihak yang bekerjasama dengan GAR segera menghentikan segala kerjasamanya. Kami pun menyatakan:

1)      Menghimbau agar Kapolri cq. Kapolda Sumut dapat segera menarik aparat Kepolisian dari lokasi kejadian;

2)      Menuntut Kapolri cq. Kapolda Sumut segera membebaskan 10 petani yang ditangkap, karena perlakuan tersebut bertentangan dengan asas pemenuhan hak hidup rakyat yang telah dirugikan dengan keberadaan PT. SMART di lahan yang telah dikuasakan kepada masyarakat melalui KTPPT;

3)      Menuntut Kapolri cq. Kapolda Sumut melakukan tindakan hukum terhadap para pelaku penembakan dan kekersan terhadap warga Padang Halaban;

4)      Menuntut segera dilakukan pengembalian lahan-lahan warga yang telah diambil PT. SMART;

5)      Mendesak KOMNAS HAM untuk melakukan penyelidikan dan mengambil langkah lain yang diperlukan bersama dengan kementrian terkait dan Pemerintahan Daerah demi memastikan tidak terulangnya aksi-aksi yang sama;

 

Demikian pernyataan pers kami.

 

Jakarta, 7 Juni 2012

Hormat kami,

WALHI; ELSAM; YLBHI; SAWIT WATCH; PIL-NET; LENTERA RAKYAT; KONTRAS; KPA; RUMAH TANI INDONESIA; dan KELOMPOK TANI PADANG HALABAN

 

Personal kontak:

  • Saurlin Siagian (Lentera Rakyat)                           081376380042

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Anti-spam image