p { margin-bottom: 0.08in; }

Pernyataan Pers

No : 31/Sekr-PIL-Net/XI/2011

 

Penembakan Petani Jambi : Satu Orang Anggota Brimob Ditetapkan Sebagai Tersangka

 

Proses penyidikan peristiwa penembakan petani Karang Mendapo, Sarolangun, Jambi, oleh anggota Brimob Polda Jambi yang terjadi pada 15 Januari 2011 sampai saat ini tidak kunjung usai. Padahal penanganan kasus ini sudah berjalan hampir satu tahun dan dilakukan langsung oleh Mapolda Jambi.

 

Peristiwa  penembakan terhadap warga Karang Mendapo merupakan kelanjutan dari sengketa yang terjadi antara masyarakat Desa Karang Mendapo dengan PT. Kresna Duta Agroindo (Sinar Mas Group)/Koperasi Tiga Serumpun. Sengketa ini bermula dari hubungan kemitraan pada tahun 2003 antara masyarakat degan PT. Kresna Duta Agroindo. Saat itu masyarakat dijanjikan memperoleh kembali lahan mereka lima tahun setelah tanaman sawit tumbuh. Namun, hingga tahun 2009 lalu, konversi lahan tak kunjung diberikan. Pada tahun 2008 masyarakat berhasil memperoleh lahannya kembali. Sehingga, PT. Kresna Duta Agroindo (Sinar Mas Group)/Koperasi Tiga Serumpun dengan dukungan aparat Kepolisian berusaha untuk mengusir warga masyarakat yang menguasai lahan perkebunan. Sampai akhirnya terjadi peristiwa penembakannya yang mengakibatkan 6 (enam) warga mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit.

 

Dalam perkembangannya, Kabid. Propam Polda Jambi dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP-1) yang diterima Public Interest Lawyer Network (PIL-Net), menyatakan bahwa penanganan kasus ini telah memeriksa 27 (dua puluh) orang personel Brimob, dan 3 (tiga) orang anggota keamanan PT. Krisna Duta Agroindo, serta beberapa Saksi/Korban yang melaporkan.

 

Berdasarkan pemeriksaan tersebut, satu orang anggota Brimob Kepolisian Daerah Jambi, yang bernama Bripka Adi Prayitno, ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa penembakan petani Karang Mendapo oleh anggota Brimob Polda Jambi yang terjadi pada 15 Januari 2011. Bripka Bripka Adi Prayitno merupakan Komandan Peleton personil Brimob yang diturunkan ke kebun sawit milik Desa Karang Mendapo pada 15 Januari 2011.

 

Menanggapi perkembangan penyidikan tersebut, Public Interest Lawyer Network (PIL-Net) menyambut baik penetapan tersangka dalam kasus penembakan petani Sarolangun tersebut. Walaupun harus melalui waktu yang sangat lama. Sesuatu yang seharusnya tidak perlu terjadi, mengingat POLRI sebagai penegak hukum yang profesional dan proposional yang selalu menjunjung tinggi supermasi hukum dan hak azasi manusia. Harusnya tidak memerlukan waktu yang lama untuk kasus yang secara faktual terang benderang.

 

Proses ini juga seharusnya tidak selesai dan berakhir pada penetapan Komandan Peleton Brimob Polda Jambi sebagai tersangka. Kepolisian Daerah Jambi harus melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap atasan-atasan dan penanggungjawab anggota Brimob yang ditugaskan di Karang Mendapo, baik atasan langsung maupun atasan tidak langsung, terutama, namun tidak terbatas kepada Kepala Biro Operasional Polda Jambi yang menandatangani Surat Perintah Operasi yang memerintahkan 35 (tiga puluh lima) orang Personil Brimob Polda Jambi untuk Melaksanakan Tugas PAM di Kawasan PT. KDA/Koperasi Tiga Serumpun di Desa Karang Mendapo, Kabupaten Sarolangun, Komandan Brimob Polda Jambi dan Pengurus-pengurus PT. KDA Kebun Tiga Serumpun. Proses penyelidikan dan penyidikan harus tuntas sampai kepada pihak-pihak yang paling bertanggungjawab dalam jajaran Brimob Polda Jambi dan PT. KDA/Koperasi Tiga Serumpun.

 

Berdasarkan hal-hal di atas, Public Interest Lawyer Network (PIL-Net) meminta agar:

  1. Kapolri segera melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap tindakan Brimob Polda Jambi dan memproses pelanggaran hukum yang dilakukannya terhadap warga Karang Mendapo;

  2. Kapolda Jambi segera mengirimkan berkas pemeriksaan tersangka penembakan kepada Kejaksaan untuk ditindaklanjuti dalam proses penuntutan;

  3. Kapolda Jambi harus tetap melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap atasan-atasan dan penanggungjawab anggota Brimob yang ditugaskan di Karang Mendapo, baik atasan langsung maupun atasan tidak langsung;

  4. Kapolda Jambi untuk menjamin diterapkannya standar hak asasi manusia dalam pelaksanaan tugas harian satuan kepolisian di wilayah Polda Jambi;

  5. Kapolda Jambi dan Kapolres Sarolangun harus menerapkan pendekatan yang komprehensif untuk dapat mengerti dengan lebih baik duduk perkara dan posisi  kasus ini sehingga dapat merumuskan tindakan yang tepat dan mencegah pendekatan polisional yang tidak proporsional dalam  penyelesaian konflik;

Demikian pernyataan pers ini kami sampaikan untuk dimuat dan disebarkan kepada publik.

 

 

Jakarta, 10 November 2011

Hormat kami,

Public Interest Lawyer Network

 

 

 

 

Wahyu Wagiman

Koordinator

 

Kontak:

Wahyu Wagiman                    081311228246

Edi Sutrisno                           081315849153

 

 

Comments

  1. Terima kasih atas ifnynoaPerkenalkan nama saya Muhammad Ikhsan, selaku Pemilik dan Pengelola dari website Keris.Biz. Website Keris.Biz merupakan salah satu website penyedia benda seni seperti keris, badik, pedang katana/samurai, benda antik dan bertuah serta benda-benda seni yang bernilai sejarah tinggi dan sangat langka. Beberapa koleksi tersebut saya dapatkan dengan berburu dari dalam dan bahkan luar negeri. Bagi Anda yang serius ingin memiliki dan merawatnya, beberapa dari koleksi tersebut saya maharkan. Silahkan lihat koleksi saya disini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *