PETANI SAWIT DI KABUPATEN PASER MENOLAK SISTEM PAKET REVITALISASI PERKEBUNAN

Paser, 17 Oktober 2011; Petani sawit di kabupaten Paser Kaliman Timur menolak sistem paket program revitalisasi perkebunan kelapa sawit yang
di canangkan pemerintah. Petani sawit yang tergabung dalam Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) kabupaten Paser, menegaskan hal ini dalam
pelatihan Training Of Trainers Budidaya Kelapa Sawit di kecamatan Long ikis Kabupaten Paser.

Petani menilai, Program revitalisasi perkebunan dengan menerapkan pola manajemen satu atap dan kredit peremajaan kebun tidak memberdayakan
petani sawit hingga sulit menanggung kredit per-bank-kan dengan peremajaan yang mahal. Di katakan mereka, biaya peremajaan perkebunan
kelapa sawit di desa Sawit Jaya dan desa Tajur kecamatan long ikis sebesar 76 – 80 juta rupiah/kapling. Dan ini sangat menyulitkan bagi
petani kelapa sawit untuk sejahtera dan bebas dari genggaman perusahaan besar. Di tegaskan sekjen SPKS Paser, Yohana Tiko
mengatakan hampir 80 % petani kelapa sawit yang seharusnya melakukan peremajaan di Paser di tahun 2011 ini menolak system revitalisasi
perkebunan.

Sistem paket yang di maksud adalah seluruh kegiatan pembangunan kebun di buat dalam bentuk biaya yang kemudian dijadikan standar kredit yang
diajukan ke Bank. Padahal dari seluruh kegiatan tersebut tidak selalu menggunakan biaya karena petani dapat mengerjakannya. Menurut Kanisius
Tereng, departemen advokasi SPKS Kabupaten Paser bahwa petani sulit menerima jika masih menggunakan sistem paket, yang di inginkan oleh petani
adalah pembiayaan untuk bibit kelapa sawit, pupuk dan perbaikan insfrastruktur jalan. Beberapa hal ini saja yang dibutuhkan petani
dalam peremajaan dan bukan seperti ketentuan yang di buat pemerintah dan perusahaan pelaksana. Dikalkulasikan oleh Kanisius, jika tidak menggunakan sistem paket maka biaya peremajaan melalui program revitalisasi hanya berkisar 15 Juta Rupiah/Ha.

Pemerintah kabupaten paser terus mempromosikan program ini. Beberapa kali SPKS Kabupaten Paser melakukan pertemuan dengan pemerintah baik
pusat maupun daerah namun pemerintah belum memperbaiki model peremajaan yang di inginkan oleh petani. Dugaan SPKS, program
revitalisasi perkebunan ini hanya menguntungkan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Perlu pengawasan Pelaksanaan peremajaan kebun di kabupaten Paser belum memiliki perangkat
khusus untuk melakukan pengawasan pelaksanaan peremajaan sawit milik petani. Hal ini sangat di takutkan oleh Petani kelapa sawit. Yohana
Tiko menjelaskan, jika pelaksanaan peremajaan saat ini tidak di lakukan pengawasan maka akan sulit mewujudkan perkebunan di daerah ini
yang bersih.

Dikatakan nya, perkebunan selama ini melalui skema kemitraan mengandung banyak manipulasi kredit milik petani sehingga berdampak
bagi kebun yang tidak sesuai standar. Karena itu, penting bagi pemerintah untuk memastikan melakukan
pengawasan pelaksanaan peremajaan tanaman kelapa sawit dan jika tidak maka petani akan rugi dan produktivitaspun akan rendah.
Kontak Person :
Yohana Tiko : 081-350-929-213
Kanisius Tereng : 081-317-406-513
Disbun Kabupaten Paser (Rasyid) : 081-350-809-417

Comments

  1. yth,Para pengusaha kebun sawit,
    kami ingin menawarkan jasa peremajaan pohon sawit,jasa yang kami tawarkan hanya menghancurkan pohon sawit yang sudah tidak berbuah menjadi sejenis serbuk,,keuntungan buat anda bahwa lahan sawit langsung siap tanam,,pohon sawit yang sudah tua,kami hancurkan menjadi sejenis serbuk gergaji yang kemudian dapat digunakan sebagai mulsa dan pupuk,

    bila anda ingin keterangan atau pertanyaan ,anda dapat menhubungi kami di (0761)73195,atau 081365237739

    Email: sinagajaya24@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *