Laporan Narasi Investigasi

ditulis oleh:   |   23-06-2011 | 17:41 WIB

PT. GUNA JAYA KARYA GEMILANG (PT. GKG)
KECAMATAN KENDAWANGAN KAB. KETAPANG
13 – 16 APRIL 2008

Peristiwa Kejadian Keracunan
Kiki, Meli serta buruh perempuan keracunan pestisida saat bekerja di divisi pembibitan pada perusahaan sawit PT. Guna jaya Karya Gemilang (PT. GKG), anak perusahaan IOI Grup. Pada tanggal 19 Maret 2008 pukul 09.00 hingga 10.00 WIB cuaca pagi yang cerah telah terjadi keracunan massal sebanyak 17 orang yang menimpa buruh perempuan dan anak PT Guna Jaya Karya Gemilang (PT GKG) di regu 2 tepatnya bagian pembibitan.

Kejadian bermula ketika Kiki (15 tahun) yang telah 10 bulan bekerja itu, mencelupkan bibit sawit dari tangannya ke dalam ember yang berisi racun hama tanpa alat pengaman seperti sarung tangan dan masker. Pada waktu itu langit agak mendung dan angin bertiup dengan agak kencang. Racun hama pun tertiup angin dan dihirup oleh para buruh.

Pada awalnya yang pertama pingsan (alias seperti ayam disembelih) adalah Desi menyusul Kiki kemudian Ana. Setelah Kiki pingsan dia tidak ingat apa-apa lagi. Menurut penuturan Ibu Daniah (39 tahun) korban keracunan juga, Langkah pertama yang mereka lakukan adalah memberitahukan kepada Mandor peristiwa itu, setelah diberitahu dan mengangkat korban keracunan Desi, Kiki dan Ana tiba-tiba secara massal mereka semua satu persatu sebanyak 17 orang pingsan namun Ibu Daniah dan beberapa orang yang tidak parah masih ingat dengan peristiwa itu.

“Kami seperti ayam kena sembelih” ungkap Ibu Daniah. Setelah peristiwa itu terjadi Mandor meminta bantuan, kemudian korban keracunan sebanyak 17 orang dibawa memakai mobil Extrada ke puskesmas rawat inap Kecamatan Kendawangan. Mereka diinapkan di Puskesmas Kecamatan Kendawangan selama 1 hari, yang tidak terlalu parah langsung bisa pulang sedangkan yang parah langsung dirujuk pihak puskesmas ke RS di Kota Kabupaten Ketapang yaitu RS Fátima dan RS Agoesjam.

Kiki dan Meli dirujuk ke RS Fátima Ketapang selama 2 hari 2 malam, namun tidak ada perubahan. Menurut penuturan Meli dia hanya ingat sebentar ketika Ibunya menjenguk di RS Fátima Ketapang setelah itu tidak ingat apa-apa lagi. Begitu halnya dengan Si Kiki. Melihat kondisi pasiennya tak juga membaik, pihak RS Fatima merujuk kedua pasien ke RS Santo Antonius di Pontianak.

Didampingi Ibunya, Ratna Wulandari (38 tahun),  anak ke-4 dari 9 bersaudara itu dirawat selama seminggu di RS Santo Antonius. Setibanya di Ketapang, kiki masih terlihat lunglai dan sempat pingsan seturun dari pesawat yang membawanya pulang.

Pasca kesembuhannya, Kiki masih sempat bekeja lagi selama 4 hari. Namun karena kondisinya yang lemah dan belum pulih benar,Ratnya agar dia tidak bekerja untuk sementara waktu. Dan Kiki pun mengikuti saran ibunya.

Kondisi terakhir pada saat ditemui di rumah kontrakan Kiki sekeluarga di Dusun Tanjung Kecamatan Kendawangan, Kiki masih terlihat lemah dan mengaku sesak nafas. Kata Kiki, “Saya masih sering merasa mual dan pusing. Terkadang kalau batuk masih keluar darah.”

Pada tanggal 15 April 2008 sekitar pukul 19.00 WIB, Kiki tidak sadarkan diri lagi. Bersama beberapa aktifis LSM yang kebetulan mengjenguknya, perempuan malang dibawa ke Puskesmas Kendawangan. Kembali Kiki menjalani rawat inap di sana.

Ketika merasa lebih kuat di keesokan harinya, Kiki mengatakan,” Perusahaan hanya bertanggung jawab ketika saya menjalani perawatan ketika keracunan dulu. Namun setelah pulang dari RS Santo Antonius Pontianak, mereka tidak pernah peduli lagi. Tidak ada dukungan sama sekali dari PT GKG.”

Harapan Kiki dan temannya Meli serta pekerja lain yang mengalami keracunan saat bekerja adalah agar perusahaan mau mebmbayar upah dan menanggung obat dan kebutuhan lainnya yang terkait dengan itu, selama buruh menjalani perawatan dan pemulihan.

Kiki juga meminta perhatian dari pemerintah, terutama pemerintah daerah Kab. Ketapang serta kepada semua pihak yang mau peduli kepada korban keracunan. Hingga saat ini belum ada respon dari pemerintah daerah terhadap peristiwa keracunan buruh perempuan dan anak perusahaan PT GKG di Kec. Kendawangan Kab. Ketapang.  Hingga sekarang nasib Kiki dan buruh perempuan lainnya hanya berserah diri kepada TYME karena tidak ada tanggapan yang berarti dari pihak perusahaan terhadap keluhan-keluhan yang disampaikan terutama paska dari RS.

Profil Kiki/Buruh anak
Kiki adalah putri ke-4 dari 9 bersaudara buah pasangan dari Admansyah (43 tahun) dan Ratna Wulandari (38 tahun). Kiki baru berumur 15 tahun sekarang, dia berhenti sekolah di kelas 6 SD Negeri 22 Ketapang, karena berniat untuk membantu keuangan keluarga dengan bekerja di perusahaan sawit PT GKG. Kebetulan juga kakaknya si Yuli (17 tahun) yang sudah bekerja lebih duluan 2 bulan dari Kiki membantu untuk memasukan Kiki bekerja di PT GKG. Bapaknya si Kiki bekerja sebagai buruh pelabuhan di Ketapang, sedangkan Ibunya sebagai Ibu Rumah Tangga biasa yang setiap hari mengurus adik-adik Kiki yang masih kecil-kecil.
Setiap hari Kiki dan kakaknya yang bernama Yuli bangun jam 03.00 WIB untuk mempersiapkan diri berangkat kerja. Pukul 04.30 WIB mereka sudah Siap nungggu di pinggir jalan  menunggu jemputan truk bersama para buruh lainnya. Waktu bekerja yang ditentukan oleh pihakperusahaan dari pukul 06.30 sampai pukul 14.30 WIB. Jarak tempuh dari rumah ke kebun sawit tempat mereka tempat kerja sekitar 12 km.

Truk jemputan perusahaan sekali jalan mampu 50 hingga 60 orang buruh. Setiap harinya perusahaan menggunakan 16 truk untuk menjemput para pekerjanya. Biasanya dalam satu truk terdiri dari dua – tiga regu kerja. Dan setiap regu, misalnya saja rergu penyemprot, terdiri dari 20 hingga 25 orang. Upah yang Kiki serta pekerja perempuan lainnya pada saat itu adalah Rp 26.000/hari.

2 Responses

  1. Naser says:

    karenanya dunukg kami, dari kalangan media, agar turut serta juga membenahi pemikiran bahwasanya ada juga good news is a good news. Aku yakin blogger seperti kam dan sahabat lainnya dapat memberi inspirasi.

  2. MENGIRM LA-PORAN NARASIH

Kirim Komentar


*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
    Berita Terbaru
    08-09-2014 | 21:46 WIB

    TOLAK SAWIT, PERTAHANKAN PALA DAN CENGKEH Rencana Pemerintah Daerah ...

    Kirim SMS dengan format :
    • - PIK [spasi] PESAN
    • - SW [spasi] PESAN
    kirim ke : 082111122334


      Data SMS Selengkapnya

    Donasi