MUARA BUNGO, TRIBUN – Ratusan warga Dusun Sumber Mulya, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, Kamis (10/2) kemarin, mengusir pihak PT Sari Adtya Loka (SAL), yang memanen TBS di lahan kebun kelapa sawit di blok 38, yang masuk wilayah Desa Kotaraja, Kecamatan Tabir Ilir, Merangin.

Lahan seluas 148 Ha tersebut, sebelumnya dinyatakan status quo, karena diklaim masyarakat tiga desa, yakni Sumber Mulya, Daya Murni, Kecamatan Pelepat Ilir Bungo dan Desa Kota raja, Kecamatan Tabir Ilir, Merangin.

Berdasar berita acara tanggal 18/1/2011, masyarakat Sumber Mulya telah mencabut status quo, tanpa dihadiri masyarakat Kotaraja. “Berdasarkan surat gubernur, bupati dan SK KUD induk Karya Mukti petani langsung menduduki lahan ini,” kata Rio Dusun Sumber Mulya, Heri, (10/2).

Menurut dia, hari ini warganya melarang pihak PT.SAL memanen TBS di lahan tersebut. Karena perjanjian status quo yang diperpanjang dahulu menyatakan tidak boleh memanen. Tetapi perusahaan malah memanen TBS menggunakan pemanen dari unit XIII. Kini seolah-olah PT SAL mengadu domba petani unit V dan Unit XIII.

“Semenjak Desember PT SAL masih manen TBS di lahan ini. jadi intinya, PT SAL adalah otak konflik lahan yang terjadi,” cetus Heri.

Petani yang berusaha menduduki lahan ini juga sempat menahan seorang petugas lapangan PT SAL. Penahanan berlangsung sekitar dua jam. Namun setelah melakukan perundingan, panahanan ini dibatalkan. Warga kemudian mengamankan satu truk TBS yang coba dipanen oleh PT SAL.

Kapolsek Pelapat Ilir, IPTU Rico Pernanda dan Kapolsek Tabir, Kabupten Merangin, Dwi Wijiantoro juga turun ke lokasi. Mereka kemudian ikut meredam situasi, hingga petani merasa lega. Namun mereka tetap menduduki lahan tersebut, sampai PT SAL bertanggung jawan atas sawit yang telah mereka panen. 

Dilain pihak, Assisten Tanaman, PT SAL Ihksan Ridwanto, berdalih tidak mengetahui jika status quo sudah dicabut berdasar surat Gubernur Jambi. Dia hanya mengatakan selama ini hanya menjalan perintah manajemen untuk mengawasi lahan tersebut.

“Saya belum dikasih tahu, kalau status quo lahan ini sudah dicabut. Makanya, kami masih melakukan pemanenan,” kata Ikhsan, kemarin.

Diketahui, dalam surat Gubernur Jambi No.525/3444/1-SDA tanggal 16 Desember 2010, tentang perihal penyelesaian akhir masalah LU II, Unit XIII, desa Kota Raja, Kecamatan Tabir, Merangin. Dibunyikan, pada poin 1, bahwa pada rapat 8/12/2010, di ruang kerja Gubernur Jambi bersama Wakil Bupati Merangin, Wakil Bupati Bungo dan Wakil Bupati Tebo, yang membahas tentang langkah penyelesaian masalah tersebut, dengan mencabut keberadaan status quo sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Pemkab Merangin diminta mencarikan lahan Usaha (LU II) pengganti utnuk masyarakat Kotaraja, unit XIII. Pada pelaksanaan, Pemkab Merangin agar berkoordinasi dengan Pemkab Tebo untuk menyelesaikan lahan yang telah di okupasi oleh masyarakat Desa Embacang Gedang, kecamatan Muara Tabir, Tebo,
karena lahan tersebut adalah sah milik masyarakat desa Kotaraja unit XIII, sesuai sertifikat yang dimilikinya. 

Kemudian, ditindak lanjuti dengan surat Bupati Bungo nomor 525/152/SDA kepada Gubernur Jambi, tanggal 7 Februari 2011, tentang pencabutan status quo LU II kebun sawit KKPA milik masyarakat Sumber Mulya unit V, Kuamang Kuning di wilayah desa Kota Raja. (pit).

 

Comments

  1. tanaman cabai saya rusak dan tidak bisa mnaekmiti jerih payah saya menanam cabai.saya baru pertama kali menanam cabai dan baru pertama kali pula saya memetik cabai dan hanya waktu 3 hari 2 malam semua habis dan impian berakhir pula.saya sangat berharap kepada bapak/ibu/sdr-i ada yang membantu untuk kelangsungan hidup saya karena hanya itu yang kami punya .

    1. It is an odd sensation to live indise a CNN report we have done it a few times. Often what is reported is a long way from what has been happening outside our window.Stay safe and calm.. this too shall pass.

    2. Ass sebelumnya saya minta maaf blom bisa kasih data julmah lahan yang rusak akibat merapi di tempat saya secara rinci soalnya mau menanam kembali kami juga lagi kesulitan air akibat dam yang sampai ke desaku rusak oleh lahar dingin ,ada sebagian warga yang nekad menanam padi sekitar 2 hektar kurang lebih totalnya,alhamdulillah tanaman sudah tumbuh tapi tidak bisa maksimal karena ga ada air dan pupuk.banyak penduduk juga belom bisa berbuat apa2 .e sekarang banjir lahar dingin sering terjadi di desaku yang membuat kami semakin miris,bantuan pemerintah blom ada sama sekali karena mereka sibuk mengurusi yang radius sampai km 20,terus kami yang sebagian besar kehilangan penghasilan ini siapa yang mau mengulurkan tangan karena kami di radius km .23 , kami hanya bisa berdoa semoga sesama warga NU terketuk hati untuk meringankan beban warga kmi.amin wass.wr.wb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *